Manusia Hina sebagai Makhluk Mulia

0
2050

 

 

 

Oleh: Pdt. Andreas Loanka

 

 

BGA dari Mazmur 8:1-10

 

“Bila kulihat bintang gemerlapan dan bunyi guruh riuh kudengar; Ya Tuhanku, tak putus aku heran melihat ciptaanMu yan besar; Maka jiwaku pun memujiMu, sungguh besar Kau Allahku; Maka jiwaku pun memujiMu, sungguh besar Kau Allahku …”  Itulah sebait lagu Kidung Jemaat 64.  Lagu ini mengajak kita untuk melihat keagungan ciptaan Tuhan dan memuji Sang Pencipta.

 

Pernahkah Saudara memikirkan sejenak bagaimana ajaibnya Tuhan, Sang Pencipta?  Langit menceritakan kemuliaan-Nya. Bintang, bulan dan matahari memberitaan pekerjaan tangan-Nya.  Demikian juga, anatomi tubuh manusia yang begitu kompleks dan ajaib menyatakan hikmat-Nya. Bunga memancarkan keharuman Sang Khalik dan burung-burung bernyanyi memuji-Nya.

 

Pemazmur memuji dan mengagungkan Tuhan pada saat mengamati segala ciptaan-Nya.  Ia berseru: “Ya TUHAN,  Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!  Keagungan-Mu yang menagatasi langit dinyanyikan.”

 

Setelah itu pemazmur merefleksikan segala keagungan Allah dengan keadaan manusia yang hina.  Hal itu membuatnya lebih kagum lagi, sebab Allah yang begitu mulia peduli pada manusia yang hina dan fana.  Di dalam kekaguman akan Allah ia berseru, “Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya?  Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?”

 

Siapakah  kita ini sehingga Tuhan mengasihi kita dan berbuat baik kepada kita?   Pemazmur mengungkapkan bahwa Tuhan itu mengingat dan peduli kepada kita. Kita  diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Dimahkotai-Nya dengan kemuliaan dan hormat, serta dibuat-Nya berkuasa atas segala ciptaan-Nya. Semua itu bukan karena kebaikan ataupun kehebatan kita sebagai manusia, melainkan karena anugerah-Nya semata.

 

Allah telah memahkotai kita dengan kemuliaan dan hormat dan menjadikan hidup kita berharga. Kita adalah manusia yang hina, namun dijadikan-Nya sebagai makhluk yang mulia. Maka sepatutnyalah kita besyukur pada-Nya dan menjalani kehidupan yang memuliakan-Nya. Selagi ada kesempatan, hendaklah kita melayani Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.

Baca juga  PENGURAPAN MENUJU PENOBATAN: KASUS DAUD

 

 

Salam dan doa dari,

Pdt. Andreas Loanka

GKI Gading Serpong

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here