Jaga Lidahmu

0
648

 

 

Oleh: P. Adriyanto

 

“Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara besar.”

*Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.*

*Yakobus 3:5*

 

 

Ada dua orang yang berkelahi yang disaksikan oleh seekor anjing. Datang anjing yang lain dan ia bertanya: “mengapa dua orang tersebut berkelahi?” Jawab temannya, ” karena yang berbaju coklat mengatakan *”kamu anjing!!”* Hanya satu kata  ‘anjing’ yang keluar dari lidah dan bibirnya, mereka berantam.

 

Ada lagi ucapan yang disampaikan dalam pembacaan puisi

*”Ibu Indonesia”* yang saat ini mengundang protes dari sebagian besar masyarakat yang mendengarnya dan menuntut agar pelaku ditahan karena menghina agama.

 

Bagi sebagian orang memang sangat sulit untuk mengekang dan menjinakkan lidahnya. Firman Tuhan menyatakan bahwa lidah yang dianalogikan sebagai api, merupakan suatu dunia kejahatan. Lidah adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan

(Yakobus 3:6,8).

Orang yang tidak benar-benar beriman dan mencintai Yesus, akan selalu bersikap dan berperilaku mendua. Di satu sisi mereka memuliakan Tuhan dan di lain sisi mereka juga mengutuk orang lain. Sering kita dengar ucapan-ucapan seperti, *semoga tidak selamat,* *semoga masuk neraka, dll*, padahal setiap Minggu beribadah di gereja dan memuliakan Tuhan.

*’Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang di ciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan  kutuk.”*

*Yakobus 3:9~10*

 

Apabila kita memiliki hikmat Allah seperti pada renungan saya kemarin, maka otomatis lidah kita akan selalu dikendalikan oleh Roh Kudus.

 

Kita harus selalu berdoa dan mohon Tuhan memberi kesabaran dan bimbingan agar kita tidak terpengaruh dan balas mengumpat caci terhadap orang-orang di sekitar kita, baik di lingkungan kerja, keluarga dan masyarakat sekitar karena banyak di antara mereka yang tidak jujur.

Tidak jarang ada boss-boss besar yang mengumpat-caci anak buahnya dengan kata-kata anjing, bangsat, goblok, makan . . . , dll.

*”Sebab perkataan mereka tidak ada yang jujur, batin mereka penuh kebusukan, kerongkongan mereka seperti kubur menganga, lidah.mereka merayu-rayu.”*

*Mazmur 5:10*

 

Berbicara memang mudah. Saya punya pengalaman sekitar setahun yang lalu. Ada anggota WA Group yang mengkritik saya karena saya salah mengutip ayat Alkitab, katanya, *”Jangan sok bikin renungan, terbukti saudara tidak pernah membaca Alkitab!!”* Adminnya yang seorang Pdt, menimpali, *”nah loe, makanya jangan ceroboh!!*” Saya bisa mengendalikan lidah, tapi selama berminggu-minggu saya tidak bisa mengendalikan hati dan emosi saya. Memaafkan orang lain memang tidak mudah, tapi kita harus belajar untuk benar-benar mengasihi sesama.

Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here