Menjadi Kristen yang Optimis

0
1764

 

 

 

Oleh: Pdt Martunas P. Manullang

 

 

Selamat malam dan salam damai sejahtera bagi kita semua. 

 

 

Inilah yang tergambar dalan nas renungan hari ini, yang tertulis dalam Roma 12:12: “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”

 

Tiga hal ini, yaitu: KEGEMBIRAAN KARENA PENGHARAPAN, KETABAHAN DALAM PENDERITAAN, KETEKUNAN DALAM DOA adalah “penanda” yang menjadi “ciri khas” orang Kristen dalam kehidupannya di tengah masyarakat.

 

Ketiga hal ini juga menjadi keunggulan dalam membangun atau menumbuhkan iman orang percaya di sepanjang waktu, segala zaman. Mengapa? Jawabnya sederhana.

 

Pertama: Orang Kristen percaya akan Allah yang Mahakuasa. Artinya, bagaimana pun kehidupan yang sedang dijalaninya, “dia tetap yakin, yang terbaik masih menunggunya di masa depan”. Inilah keyakinannya. Inilah kepercayaannya. Dan itulah pengharapannya.

 

Dalam keyakinan Kristen, tidak ada satu pun situasi kehidupan yang tanpa pengharapan. Karena itu, tidak mungkin ada orang Kristen yang tanpa pengharapan. Orang Kristen adalah orang yang optimis. Karena itu, bersukacitalah dalam pengharapan.

 

Kedua: Dalam menjalani kehidupan ini, setiap orang bisa saja mengalami kesulitan, kesesakan, bahkan megap-megap dalam kelelahan fisik-psikhis-intelek; tubuh-pikiran-jiwa; oleh tekanan atau beban hidupnya. Hal ini membutuhkan kesabaran, ketabahan dan ketekunan, agar dapat mengalahkannya dan kita pun berhasil menjalani bahkan menjadi pemenang. Mengapa?

Karena bagi orang Kristen, “hidup ini adalah untuk dijalani”. Jadi perlu ketekunan, kesabaran dan ketabahan. Apa pun pengalaman yang dirasakan itu, akan dilihat sebagai “warna-warni kehidupan”. Setiap orang di antara kita sedang melukis perjalanan hidupnya. “Kita sendirilah yang memilih warna lukisan kita” dan “kita yang  menaruh warna itu di sana”. Memilih warna yang tepat dan memikul beban dengan tepat, orang Kristen perlu datang pada Yesus. Sebab Dia yang berkata:  “Marilah kepada-Ku, semua yang letih kesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”(Matius 11:28).

Baca juga  Kencan Dengan Tuhan

 

Dengan kata lain, setiap orang akan dapat menghadapi segala sesuatu, jika ia berjalan bersama Tuhan Yesus. Ini juga adalah optimis(me/tis) Kristiani. Ketabahan atau kesabaran dalam penderitaan.

 

Ketiga: Doa atau berdoa, membuat kita terhubung dengan Tuhan. Membuat kita bersekutu dengan Tuhan. Dan setiap hari, bahkan setiap saat (tanpa batas) di mana saja, kita dapat berbicara kepada Tuhan, Allah kita yang hidup. Ini berarti, kapan saja pun, kita boleh meminta kekuatan dari pada-Nya, Tuhan, Allah Yang Mahakuasa, agar kita diberi “kekuatan dan kuasa untuk dapat atau mampu bertahan hidup”.

 

Karena itu orang Kristen tidak akan pernah mencoba hidup sendiri dan jalan sendiri. Sebab jika demikian, ia akan gagal. Namun, jika ia (setiap orang, siapa pun) tekun atau bertekun dalam doa, maka ia akan memperoleh kekuatan yang tak habis-habisnya dan selalu baru.

 

Itu sebabnya, wajib hukumnya: Ketekunan dalam doa. Ya, selalu bertekun dalam doa. Mengapa? Seorang pendoa, adalah seorang yang optimis.

 

Apa arti semua ini bagi kita orang percaya yang hidup di zaman ini?

 

Agar kita menampakkannya dalam aneka ragam dan corak kehidupan kita, di tengah masyarakat dan lingkungan kita.

 

Inilah kesaksian baru kita, kesaksian yang menjadi kemuliaan hanya bagi Tuhan, Allah kita.

 

Selamat beraktivitas di hari ini. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

 

Pdt Martunas P. Manullang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here