Kotbah Jumat Agung: Lihat dan Percayalah kepada Yesus yang Disalibkan

0
2024

 

 

Oleh: Pdt. Anna Vera Pangaribuan

 

 

KHOTBAH  JUMAT AGUNG

Yohanes 19 : 28 – 37

 

Pendahuluan

Saudara/i yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus,

Setiap tahun kita sebagai umat Kristen tentu memperingati hari kematian Yesus Kristus Tuhan kita. Kematian Yesus untuk menggenapi apa yang telah Allah beritakan yaitu untuk menebus manusia dari dosa. Kematian Yesus menunjukkan ketaatanNya  kepada  Allah  Bapa. Berita tentang penyelamatan manusia melalui pengorbanan Yesus dikayu salib inilah yang diberikan oleh Yohanes dan merupakan tujuan dari penulisan surat Yohanes yaitu untuk memberitakan bahwa Kristus itu adalah sungguh-sungguh Tuhan penyelamat manusia. Yesus  anak Allah yang adalah firman yang telah menjadi daging ( Joh 1 : 1). Oleh karena itulah bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus akan memperoleh kehidupan kekal. Salib Yesus sebagai jalan kita menuju kepada kehidupan kekal. Salib itulah yang harus dipikul dikala sedang menanggung penderitaan yang berat, sehingga disebut menangung salib yang sangat berat. Jika kita memperhatikan salib Yesus tersebut ada dua arah yang tidak terpisahkan : (1) Arah yang berbentuk keatas dan kebawah (vertikal) yaitu hubungan kasih Allah kepada manusia. (2) arah yang kedua yaitu dari kiri kekanan ( Horizontal) menunjukkan hubungan kita kepada sesama kita didunia ini.  Melalui kematian Yesus dikayu saliblah yang membuat  nyata salib Kristus itu didalam hidup kita. Padahal menurut kebiasaan orang Yahudi, salib itu merupakan suatu hal yang hina dan merupakan suatu hukuman bagi orang yang jahat dan mereka yang digantung disalib itu harus tetap digantung hingga mereka mati dan hingga bangkainya habis dimakan burung pemakan bangkai sebab  bangkainya tidak boleh sampai ketanah. Itulah menggambarkan bahwa betapa hinanya kematian orang yang disalibkan. Lalu mengapa bangkai Yesus itu diturunkan? Karna pada saat itu yaitu ketika Yesus disalibkan  berketepatan dengan hari sabat sehingga tidak boleh ada bangkai yang tergantung oleh karena itulah para malim Yahudi meminta supaya menurunkan mayat Yesus. Hukuman yang hina tersebutlah yang dikenakan kepada Yesus.

Baca juga  HIDUP DALAM KEBENARAN 

Saudara/i yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus,

Melalui nas ini, kita dapat melihat bagaimana saat- saat terakhir Yesus saat tergantung dikayu salib atau sebelum Ia mati ada dua hal yang perlu kita lihat :

Perkataan Yesus yang mengatakan “Aku haus”  perkataan ini  menunjukkan bahwa Yesus haus secara ilmiah, Ia meminta air untuk minum karena ia lelah dan tenaganya telah habis oleh karna memikul salibnya yang berat. Dan  bisa juga Yesus haus ingin melihat  bangsaNya yang Ia kasihi supaya terlepas  dari perbudakan dosa.

Perkataan Yesus yang kedua “ Sudah selesai”  perkataan ini menunjukkan bahwa penderitaannya telah selesai. Dalam Luk 23 : 46 Yesus berkata “Ya Bapa kedalam TanganMu kuserahkan NyawaKu. Artinya pekerjaan Yesus telah selesai didunia ini melalui kematianNya untuk menebus dosa-dosa manusia. melalui salib tersebutlah bukti nyata kasih Allah kepada manusia.  Salib Yesus inilah sebagai pusat atau inti dalam pemberitaan injil. Tentu dalam pikiran duniawi, salib adalah  suatu lambang kebodohon. Begitu juga halnya ketika Yesus mengatakan kepada murid-muridNya bahwa Ia akan menanggung penderitaan dan akan dibunuh dan akan bangkit pada hari ketiga tetapi para murid-murid Yesus tidak mengerti akan perkataan Yesus tersebut sebab dalam pikiran mereka bahwa Mesias itu akan menggulingkan penjajah, lalu akan menjadi Raja Israel yang merdeka itulah yang tergambar dalam pikiran mereka. Tentu ajaran Yesus tersebut terlalu bertentantangan dengan gambaran mereka yang sudah mendarah daging tersebut. dalam 1 Korintus 1 : 23 dikatakan “ sebab pemberitaan tentang salib memang adalah  kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

 

Saudara/i yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus,

Hari kematian Yesus dikayu salib dalam nas ini, ingin menyuarakan hal yang berharga kepada kita :

Baca juga  TIDAK ADA JANJI YANG TIDAK TUHAN TEPATI

Ketaatan Yesus terhadap Allah Bapa melalui pengorbananya dikayu salib, juga diinginkan Yesus dari kita orang-orang yang dikasihiNya supaya kita juga taat akan Allah sebab Kristus telah terlebih dahulu taat kepada Allah. Yesus telah menggenapi seperti yang telah tertulis.

Melalui kematian Kristus dikayu salib, kita telah ditebus, diperbaharui kembali supaya tetap hidup didalam kebenaran supaya darah Yesus yang tercurah tidak lagi sia-sia. Peristiwa ditikamnya lambung Yesus dikayu salib menyebabkan tercurahnya air dan darah dari lambung Yesus. Air tersebut melambangkan air kehidupan dari Yesus Kristus sedangkan darahnya yang tercurah untuk menebus dosa manusia. darah dan air gambaran dari baptisan untuk menghapus dosa manusia serta menyucikan manusia dari keberdosaannya.

Kematian Kristus membawa perubahan kepada umat manusia dengan terbelahnya tirai bait suci. Dimana  Bait Suci di Yerusalem merupakan pusat dari ritual agama Yudaisme. Bait ini adalah tempat dilakukannya pengorbanan hewan dan ibadah sesuai dengan hukum Musa, yang saat itu benar-benar ditaati dengan setia. Surat Ibrani 9:1-9 menjelaskan kalau di dalam Bait Suci terdapat tirai yang memisahkan Ruang Maha Kudus – tempat berdiamnya hadirat Allah di dunia ini – dari ruangan lainnya yang merupakan tempat berdiamnya manusia.

Ini menandakan bahwa manusia terpisah dari Allah karena dosa (Yes 59:1-2). Hanya Imam Besar yang diijinkan untuk melewati tirai ini setiap setahun sekali (Kel 30:10; Ibr 9:7) untuk masuk ke dalam hadirat Allah mewakili semua orang Israel dan mengadakan pendamaian bagi dosa-dosa mereka (Imamat pasal 16).

Robeknya tirai itu secara dramatis pada saat kematian Yesus melambangkan bahwa pengorbanan-Nya, darah-Nya yang tercurah, merupakan penebusan yang sudah memadai bagi dosa-dosa manusia. Kejadian ini menandakan kalau jalan menuju Pribadi yang Maha Kudus sudah terbuka untuk semua orang dan setiap waktu, baik bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi.

Tirai Bait Suci merupakan simbol dari Kristus sendiri sebagai satu-satunya jalan untuk datang kepada Bapa (Yoh 14:6). Hal ini didukung oleh fakta bahwa hanya Imam Besar saja yang bisa memasuki ruang Maha Kudus melalui tirai tersebut. Sekarang ini, Kristus adalah Imam Besar Agung bagi umat pilihan Allah.

Baca juga  ALLAH HAKIM YANG ADIL

Sebagai orang-percaya dalam karya-Nya yang sempurna, kita mengambil bagian dalam imamat-Nya yang sempurna. Kita sekarang dapat masuk ke dalam ruang Maha Kudus melalui Dia. Surat Ibrani 10:19-20 menyatakan kalau setiap orang-percaya masuk ke dalam tempat kudus oleh “darah Yesus … karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri.” Di sini kita melihat gambaran dari daging Yesus yang terkoyak bagi kita, sebagaimana Dia merobek tirai Bait Suci hingga terbelah dua bagi kita.

Melalui kematian-Nya orang-percaya sekarang ini memiliki akses cuma-cuma kepada Allah.

Tirai di Bait Suci merupakan pengingat kalau dosalah yang membuat manusia tidak layak untuk berada di hadirat Allah. Fakta bahwa korban penghapus dosa dipersembahkan setiap tahunnya, termasuk tak terhitung banyaknya korban lain yang dipersembahkan setiap harinya, menunjukkan secara gamblang bahwa dosa manusia tidak bisa benar-benar ditebus atau dihapus oleh korban binatang.

Yesus Kristus, melalui kematian-Nya, telah menghilangkan penghalang antara Allah dan manusia. Kini, kita dapat mendekati-Nya dengan keyakinan dan keberanian (Ibr 4:14-16).

 

Saudara/i yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus,

Kematian Yesus Kristus atau yang biasa kita sebut dengan jumat agung merupakan suatu penggenapan akan rencana Allah akan karya penebusan atau karya keselamatan yang dianugerahkan oleh Allah melaui Yesus Kristus secara Cuma-Cuma. Pengertian salib bagi kita orang percaya bukan lagi hanya sekedar menggambarkan kematian Yesus Kristus tetapi salib juga melambangkan  kebangkitan dan kemenangan Yesus mengalahkan kematian. Marilah kita tetap mendang salib Kristus setiap saat sebab melalui salib itu kita telah didamaikan dengan Allah dan dimenangkan dari dosa maut yang mematikan. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here