Pertengkaran adalah Dosa yang Harus Kita Hindari

0
1227

 

 

Oleh: P. Adriyanto

 

 

 

“Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air, jadi undurlah sebelum perbanyakan mulai.”

*Amsal 17:14*

 

 

Pertengkaran bisa terjadi antar siapa saja, antar saudara, antara suami-istri, antara atasan dan anak buah, antar rekan sekerja dan bahkan antar orang-orang yang tidak saling mengenal sebelumnya.

Dalam sebuah perusahaan, bahkan ada pemimpin yang mengadu domba antar anak buahnya dengan maksud menutupi kelemahan diri sendiri atau dengan maksud menumbuhkan dinamika organisasi melalui konflik yang terjadi.

 

Penyebab timbulnya pertengkaran bisa bermacam-macam, di antaranya adalah perasaan ingin menang sendiri, ego yang besar, merasa benar sendiri, kesombongan dan emosional serta memaksakan kehendak sendiri.

*”Kalau susu ditekan, mentega dihasilkan, dan kalau hidung ditekan, darah keluar, dan kalau amarah ditekan, pertengkaran timbul.”*

*Amsal 30:33*

 

 

Tuhan tidak menghendaki kita terperangkap dalam pertengkaran yang sangat disukai iblis, tapi sebaliknya.

Dia menghendaki kita hidup dalam kasih (baca Roma 12:17~20).

Oleh sebab itu kita harus selalu berusaha lambat untuk marah.

*”Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.”*

*Yakobus 1:18~20*

 

Sesuai *conflict management*, ada 5 strategi untuk menyelesaikan konflik, yang tergantung dari 2 variabel yakni tinggi/rendahnya sifat tegas (assertve) dan sifat kooperatif/kerjasama (cooperative):

# bila tingkat ketegasan dan kerjasama antara dua kontestan rendah, maka strategi solusi konflik adalah avoiding (saling menghindar)

# Bila tingkat ketegasan tinggi dan tingkat kerjasamanya rendah, maka strategi.penyelesaian konflik adalah persaingan/competing.

# bila tingkat ketegasan dan kerjasama dari kedua kontestan tinggi, maka strategi penyelesaian konflik adalah collaborating, dst untuk menetapkan strategi yang lain yakni Accomodating dan Compromising.

 

Firman Tuhan lebih menekankan pada tindakan-tindakan preventive:

¹ *”Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi serahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana.* *Jangan menganggap dirimu pandai.*

*Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!”*

*Roma 12:16~17*

 

² *”Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.”*

*Yakobus 1:19~20*

 

³ *”Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.*

*Sebab:*

*”Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.* *Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.”*

*1 Petrus 3:9~11*

 

Bila Roh Tuhan ada di dalam diri kita, maka kita tidak akan terlibat dalam konflik yang destruktif. Kita doakan orang yang datang memusuhi kita.

Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here