Mari Kita Pergi ke Rumah Tuhan

0
3103

 

 

 

Oleh: Pdt Martunas P. Manullang.

 

 

Selamat pagi dan salam damai sejahtera bagi kita semua. RUMAH TUHAN. KE RUMAH TUHAN. PERGI KE RUMAH TUHAN. KITA PERGI KE RUMAH TUHAN. MARI KITA PERGI KE RUMAH TUHAN. SUKACITA PERGI KE RUMAH TUHAN. 

 

Semua ini termasuk bagian inti dari nas renungan hari ini, sebagaimana tertulis pada Mazmur 122:1: Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN”.

 

Dulu, di zaman pemazmur ini, telah ada peraturan (terutama sesuai perayaan hari-hari besar agama Yahudi) bagi bangsa Israel, untuk pergi ke Yerusalem, beribadah.

 

Ada yang melakukan/mengikutinya tiga kali, dua kali, atau pun satu kali. Dan pada hari-hari besar agama tersebut, maka umat akan datang dari segala penjuru wilayah kerajaan, baik yang jauh mau pun yang dekat.

Yerusalem, selalu menjadi tujuan para peziarah, paling tidak dengan alasan untuk beribadah di Bait Suci (Bait Allah), melihat istana Raja (Yerusalem sebagai ibukota dan pusat pemerintahan), menikmati keindahan sekitar kota Yerusalem, dan bertemu dengan orang-orang dari suku-suku Israel yang datang khusus untuk beribadah di Bait Suci atau pun untuk urusan/kunjungan lainnya.

 

Penekanan pada ayat renungan hari ini adalah kerinduan untuk berdoa di RUMAH TUHAN (Bait Allah/Bait Suci) di Yerusalem.

 

Mengapa? Pada hal bukankah bagi kebanyakan orang, pergi ke Yerusalem harus berjam-jam, atau berhari-hari? Bukankah jarak yang cukup jauh akan pasti melelahkan dan membosankan?

 

Oh, tidak. Sebab pergi ke rumah Tuhan adalah suatu hal (kesempatan) yang istimewa dan sangat menyenangkan.

 

Sebab pergi beribadah, adalah suatu hal yang membuat hati pasti gembira.

 

Sebab beribadah di Rumah Tuhan pasti mendatangkan sukacita, kelegaan, penyegaran rohani, penguatan iman, mendengar Firman Tuhan dibaca, diajarkan dan dikhotbahkan, membarui pengertian, menambah hikmat, merasakan pengampunan, mendapatkan berkat, ada doa pribadi, doa bagi pekerjaan sehari-hari, bagi pertanian dan panen yang berhasil, berdoa bagi keluarga,  masyarakat dan bangsa, raja, pemerintah, berdoa bagi umat Tuhan, berdoa bagi keamanan dan berdoa untuk perdamaian dunia, dst, dst.

 

Dengan kata lain, pergi ke rumah Tuhan, merupakan suatu kesempatan yang amat berharga (dan pasti tidak akan terlupakan) selama atau sepanjang hidup.

 

Bila hal-hal seperti di atas, ada dalam benak dan pikiran Pemazmur (di sini: Daud sebagai individu, atau mewakili individu lainnya), tentu ada satu hal yang mau ditonjolkan, yaitu BERTEMU DAN BERSEKUTU DENGAN TUHAN melalui DOA, PERMOHONAN, PUJIAN, PENYEMBAHAN dalam pelaksanaan ibadah di RUMAH TUHAN.

 

Bagi kita yang hidup di zaman ini, ada baiknya kita bertanya:

 

Apakah kita sungguh-sungguh bersukacita bila kita mendapat kesempatan untuk pergi (beribadah) ke rumah Tuhan? Bukankah pada masa sekarang ini kita sudah lebih dekat dengan rumah Tuhan (tempat beribadah) di sekitar atau lingkungan kita?

 

Apakah kita sebagai umat Tuhan masih sangat bersukacita saat bersama-sama dengan umat Tuhan lainnya, bersekutu, merayakan dan mensyukuri segala kebaikan, kemurahan dan berkat-berkat Tuhan yang telah kita terima?

 

Adakah kita selalu memuji dan memuliakan Tuhan, saat mengingat keajaiban,  kasih dan perbuatan besar-Nya yang kita alami dalam hidup ini?

Masihkah ada kerinduan untuk menyampaikan bersama dalam persekutuan kita di rumah Tuhan, doa-doa dan permohonan kita untuk kedamaian atau perdamaian dunia ini?

 

Merenungkan firman Tuhan hari ini, kiranya hati, pikiran dan jiwa kita tetap dibangkitkan untuk  bersukacita, pergi, bersyukur, berdoa ke (di) rumah Tuhan.

 

Ya, RUMAH TUHAN. KE RUMAH TUHAN. PERGI KE RUMAH TUHAN. KITA PERGI KE RUMAH TUHAN. SUKACITA PERGI KE RUMAH TUHAN. MARILAH KITA PERGI KE RUMAH TUHAN.

 

Dan kiranya kita pun, (entah pada hari Sabtu, Minggu, Senin atau hari lainnya) senantiasa BERSUKACITA saat orang berkata dan mengajak: “MARILAH KITA PERGI KE RUMAH TUHAN”. ADA SUKACITA DI RUMAH TUHAN. SUKACITA BERSAMA TUHAN. SUKACITA DI DALAM TUHAN.

 

Selamat beraktivitas di hari ini. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

 

Pdt Martunas P. Manullang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here