Hidup yang Berarti

0
429

Oleh: Pdt. John Manopo

 

Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.

…AMSAL 11:24…

 

 

Sobatku, ada seorang pemuda setiap sore seperti biasanya ia pulang kantor dengan mengendarai sepeda motornya. Suatu ketika ia tertarik melihat seorang anak yang berumur lebih kurang 10 tahun dengan sangat sigap menyalip di sela-sela kepadatan kendaraan lampu merah.

 

Anak kecil itu dengan membawa bungkusan yang cukup banyak dan diayunkan sepedanya sambil membagikan bungkusan tersebut. Anak kecil tersebut menyapa akrab setiap orang dari tukang koran, penyapu jalan, tuna wisma sampai pak polisi.

 

Sobatku, kejadian ini sangat menarik dan membuat pemuda itu penasaran, lalu pemuda itu membuntuti anak kecil itu sampai di seberang jalan hingga terjadilah percakapan.

 

Apakah saya boleh bertanya ? Sapa si pemuda, silakan kak, jawab anak kecil tersebut.

 

Kalau boleh tahu, apa yang barusan kamu bagikan ke tukang koran, tukang sapu, peminta-peminta bahkan pak polisi?

Oh…., itu bungkusan nasi dan sedikit lauk kak, emang kenapa ?

 

“Oh tidak, kakak hanya tertarik cara kamu berbagi, kamu terlihat terbiasa dan akrab. Apa kamu sudah lama mengenal mereka ? *Lalu anak itu bercerita, dulu aku dan ibuku sama seperti mereka hanya seorang tuna wisma.*.

 

“Setiap hari bekerja dan berharap belas kasihan dari orang lain, hidup kami begitu susah. *Hingga suatu hari ibuku membuka warung nasi dan kehidupan kami mulai membaik.*.

 

“Ibu selalu mengingatkanku, bahwa masih banyak orang yang susah seperti kita dulu. *Ketika kita diberi rejeki yang cukup, Kenapa kita tidak dapat berbagi kepada mereka ?*.

Baca juga  TUHAN MENEGUHKANMU.

 

Sobatku, Jika hari ini kita bisa berbagi kasih kepada setiap orang yang memang sangat membutuhkan didalam kekurangan mereka, bukankah sesuatu yang baik buat orang banyak kenapa harus ditunda ?

 

*Hidup akan berarti jika kita mau berbagi sesuatu untuk orang lain dan tidak hanya fokus untuk menyenangkan diri sendiri.*.

 

Sobatku, HIDUP ini adalah Anugerah dan HIDUP ini adalah KESEMPATAN; Jika kita memang sudah di BERKATI, maka seharusnya kitapun harus MENJADI BERKAT.

 

Sebab jika kita sudah tidak berdaya, maka sudah tidak ada lagi kesempatan untuk kita melakukan kebaikan.

 

Amsal 11:25

Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

 

SUDAHKAH HIDUP KITA MEMILIKI DAMPAK BAGI KELUARGA DAN ORANG LAIN?

 

HIDUP HARUS BERARTI BUAT BANYAK ORANG.

 

RENUNGKANLAH….!

 

Selamat Berkarya bagi Yesus dan jadilah Berkat untuk org lain.

…Tuhan Yesus Berkati…

**Rise and Shine Ministry**

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here