Oleh: P. Adriyanto

“Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, ialah Allah di kediaman-Nya yang kudus” *Mazmur 68:6*

Saat ini sedang dihebohkan kasus ibu Candi Widarta (60 tahun) seorang Katolik dan pendoa, yang dituduh menyekap dan menyiksa 5 orang anak adopsinya di beberapa hotel mewah di Jakarta selama 10 tahun. Kelima anak tersebut harus tidur di kamar mandi dan diberi makanan basi; demikian yang dituduhkan. Namun kesaksian dari salah seorang anak mengatakan tuduhan tersebut tidak benar. Setiap hari mereka bersama-sama makan di restoran hotel.

Hal yang sangat mengherankan adalah mengapa anak-anak tersebut di tempatkan di hotel-hotel mewah dengan biaya 3 juta per hari. Dari mana sumber dananya dan mengapa anak-anak tersebut sering dipindah-pindah? Tidak mengherankan bahwa banyak orang berprasangka buruk terhadap ibu ini.

 

Perlindungan terhadap janda juga harus berhati-hati jangan asal janda.

Saya punya pengalaman sekitar tahun 1988, client perusahaan di mana saya bekerja, minta agar janda kembang simpanannya di Tebet, bisa dibiayai hidupnya setiap bulan.

Alkitab dengan jelas memberi kriteria tentang janda yang pada intinya adalah:

* kita harus menghormati janda-janda yang benar-benar janda.

* Janda yang.mempunyai anak atau cucu harus belajar berbakti kepada keluarganya agar berkenan kepada Allah.

* Janda yang benar-benar janda, yang ditinggalkan seorang diri, menaruh harapannya kepada Allah dan bertekun dalam permohonan doa siang dan malam

*Janda yang hidup mewah dan berlebih-lebihan, ia sudah mati selagi hidup.

(1 Timotius 5: 3~6)

Firman Tuhan mengatakan bahwa bila kita mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, maka itulah yang merupakan ibadah yang murni dan yang  bercahaya di hadapan Allah.

Baca juga  TINGGAL DALAM KRISTUS

*”Ibadah yang murni dan yang  bercahaya di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.”*

*Yakobus 1:27*

Firman di atas dengan tegas juga mengingatkan agar kita tidak dicemarkan oleh dunia, seperti client saya di atas. Menaruh perhatian terhadap anak yatim piatu dan janda, tapi ada udang di balik batu.

Tuhan juga mengingatkan agar jangan sampai ada orang yang ingin menjadikan anak-anak yatim sebagai obyek human trafficking dan dijual organ-organ tubuhnya atau diperdagangkan sebagai tuna susila.

*”Seseorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas. Jika engkau memang menindas mereka ini, tentulah Aku akan mendengarkan seruan mereka, jika mereka berseru-seru kepada-Ku dengan nyaring, maka murka-Ku akan bangkit dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang, sehingga istri-istrinya menjadi janda dan anak-anakmu menjadi  yatim.”*

*Keluaran 22:22~24*

Anda akan menyenangkan hati Tuhan bila anda bersedia mendirikan rumah anak yatim piatu dan minimal mengunjungi anak-anak tersebut untuk bersama-sama memuji dan memuliakan Tuhan.

Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here