Menjadi Penolong

0
846

Bacaan: Kisah Para Rasul 16:16-24

Nas: “Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan” (Kisah Para Rasul 16:17).

Suatu kali melakukan penjelajahan, Anda tertarik pada sebuah gua. Anda menelusuri terowongan dan jalan setapak selama berjam-jam hingga ke suatu tempat yang gelap dan asing. Bahkan teman-teman Anda sudah mengira Anda tersesat, hingga mereka mengirim seseorang untuk menolong Anda. Itulah sebabnya tiba-tiba Anda mendengar seseorang memanggil-manggil Anda.

 

Penolong itu menyapa Anda dan berkata, “Ikuti saya, saya tahu satu-satunya jalan keluar.” Anda menyanggah, “Bagaimana mungkin hanya ada satu jalan? Pasti ada jalan lain.” Penolong itu menjawab, “Saya sudah menjelajahi gua ini. Anda harus ikut saya atau Anda tidak akan pernah dapat keluar.” “Anda berpikiran sempit,” sahut Anda. “Pergilah. Saya akan mencarinya sendiri.”

 

Hal diatas mungkin terdengar bodoh, tetapi seperti itu jugalah tanggapan sebagian orang saat Anda mengatakan bahwa satu-satunya jalan menuju surga adalah dengan percaya kepada Kristus. Anda berharap mereka akan berkata, “Wah! Terima kasih atas kabar baiknya!” Namun sebaliknya, mungkin Anda menerima reaksi seperti yang diterima penjelajah gua tersebut: “Pergilah. Saya tidak percaya hanya ada satu jalan.”

 

Seorang penolong mengasihi, mempedulikan, dan berani berkorban untuk sesamanya. Rasul Paulus adalah seorang penolong yang dijebloskan ke dalam penjara justru karena mewartakan kabar baik (Kisah Para Rasul 16:23). Orang tidak selalu mau menerima pertolongan kita dengan tangan terbuka, tetapi hal itu tidak boleh menghentikan usaha untuk menunjukkan jalan yang benar. Jadilah penolong! -JDB

 

 

MEREKA YANG TERSESAT MEMBUTUHKAN SEORANG PENOLONG YANG MENUNJUKKAN JALAN KELUAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here