Iman Kita Sebagai Dasar Pengharapan

0
2557

Oleh: Stefanus Widananta

 

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Ibrani 11;1

 

Banyak orang di negara kita yang mempersoalkan soal iman, tidak sedikit juga yang mendeklarasikan imannya melalui pakaian yang dipakainya, namun banyak orang juga tidak mengerti, apa sebenarnya iman itu.

 

Sebagian orang berpikir bahwa kalau orang beragama, otomatis dia beriman, yang lainnya berkata bahwa iman itu adalah percaya kepada Tuhan, beriman berarti percaya kepada Tuhan.

 

Paulus mengatakan bahwa orang benar akan hidup oleh iman.

 

Dalam kitab Ibrani, iman itu dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat, artinya; memang masih belum, masih kita harapkan, namun juga sudah.

Kok bisa seperti itu? Bagaimana mungkin kita berharap tetapi sepertinya kita sudah menerima? Karena yang kita harapkan itu begitu pasti atau memang belum kelihatan, tetapi bukan persoalan sebab hanya soal waktu.

Satu saat nanti pasti kelihatan.

 

Dalam artikel yang berjudul, “Deklarasi iman”, hidup yang berdasarkan iman adalah hidup di dalam ketegangan antara yang “sudah” dan yang “belum”, seperti memperoleh cek dari orang yang amat kita percayai.

 

Uangnya memang belum ada di tangan kita, belum kita lihat, belum kita terima, tetapi kita sudah boleh hidup berdasarkan perhitungan bahwa uang itu sudah ada, kita tinggal menguangkannya pada waktumya.

 

Dan untuk menumbuhkan iman kita, Paulus mengatakan bahwa kita harus banyak mendengar, mendengar akan firman Kristus.

 

Tuhan Yesus memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here