Selalu Ungkapkan Kasih dan Pengharapan kepada Sesama

0
378

Oleh: Pdt Dr R Romalbest

 

 

*Sobat terkasih*,

 

Sebelum melakukan apapun bagi kehidupan orang lain, anda harus memperlihatkan kasih sayang kepada mereka. Tanpa *Kasih*, tidak mungkin ada hubungan, masa depan dan kesuksesan bersama.

 

Pikirkan kembali beberapa orang penting yang memiliki dampak dalam hidup anda: Guru yang luar biasa, bos yang mengagumkan, paman atau bibi yang istimewa.

 

Jelas, ketika anda menghabiskan waktu bersama orang-orang itu, anda dapat merasakan bahwa mereka peduli kepada anda.

 

Sebagai balasannya, anda merespons dengan cara positif kepada mereka.

 

Sobat, panjang dan lebar pengaruh kita pada orang lain langsung berhubungan dengan dalamnya perhatian kita kepada mereka!

 

Saat menolong orang bertumbuh dan senang dengan diri mereka sendiri, tidak ada pengganti bagi *kasih*. Bahkan orang terkuat di dunia sekalipun, mengerti kekuatan kasih untuk menghasilkan yang terbaik dari orang lain dan membuat dampak atas kehidupan mereka.

 

Sobat, ada banyak pelatih sepak bola yang hebat dan disiplin kuat, tetapi tetap saja tidak dapat memenangkan permainan.

 

Lalu, ada 3 unsur yang perlu diperhatikan :

– Jika anda akan bermain bersama sebagai tim, anda harus peduli satu sama lain.

– Anda harus saling mengasihi

– Tiap pemain harus berpikir tentang orang lain dalam satu tim!

Artinya, anda harus menimbulkan dampak positif pada orang dengan memelihara hubungan kasih dengan mereka.

 

Tidak jadi soal apa profesi anda, dan tidak jadi soal seberapa berhasil orang-orang di sekeliling anda atau apa yang sudah mereka capai di masa lalu.

Setiap orang perlu merasa dihargai dan diakui, bahkan ada seseorang yang pernah menjadi pemimpin dunia pun tetap membutuhkan Kasih dan Perhatian!

 

Saya mengajak sobat-sobat terkasih untuk meluangkan waktu untuk mengekspresikan *Kasih* dan *Penghargaan* bagi orang-orang di sekitar anda. Katakan betapa mereka berarti bagi anda.

Nyatakan dengan lisan atau tulisan yang menyatakan betapa anda peduli.

Beri mereka tepukan di pundak/punggung dan jika mungkin pelukkan. Jangan pernah menganggap bahwa “orang tahu perasaan anda kepada mereka”.

 

Pdt Dr R Romalbest

*Bishop Methodist Wesley*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here