Menjadi Teladan, Bukan Menjadi Batu Sandungan

0
528

Bilangan 12:1-16

 

 

Oleh: Reinhard Samah Kansil

 

Iri hati terhadap sesama hamba Tuhan akan melukai diri sendiri.

 

Campur tangan-Nya

Bacaan kita hari ini mau mengatakan kepada kita sekalian, tidak hanya dalam bisnis dan politik, sebagai pelayan Tuhan pun kita tidak kebal dari isu, gossip, dan hasutan. Bahkan hasutan itu ditiup oleh saudara sendiri. Seperti yang dialami Musa oleh Miryam dan Harun (ay. 1-2).

 

Bagaimana Musa mengelola hasutan tersebut? Musa tidak bereaksi. Ia adalah seorang yang berhati lembut (ay. 3). Kelembutannya tentu lahir dari kedekatannya dengan Tuhan (ay. 7-8). Maka tidak ada yang dia lakukan untuk menyanggah serangan kata-kata Miryam dan Harun. Tuhanlah yang kemudian bertindak.

 

Dalam pada itu, campur tangan Tuhan memperlihatkan pentingnya masalah ini bagi Dia. Ia mempertemukan ketiga orang tersebut dan membuka isu itu di dalam terang firman-Nya. Tuhan memang menyatakan firman-Nya secara khusus kepada Musa, lebih istimewa daripada kepada nabi lain (ay. 4-8). Tuhan memang memilih Musa untuk mengemban tugas membebaskan bangsanya keluar dari Mesir.

 

Maka dari Itu, Tuhan menjadi murka dan menghukum Miryam dengan kusta (ay. 9-10). Mungkin Miryamlah “otak” dari hasutan ini. Melihat hal itu, Harun menyatakan penyesalannya dan meminta belas kasihan Musa. Lalu Musa, pria yang lembut hati itu, datang kepada Tuhan dan memohon kesembuhan atas diri Miryam (ay. 11-13). Namun, Tuhan tetap menginginkan Miryam dihukum selama tujuh hari (ay. 14-15).

 

Sesama Hamba Tuhan jangan bersaing

Begitupun kita dikekinian, sebagai  hamba Tuhan, kisah ini menjadi penghiburan yang menguatkan, Tuhan memperhatikan dan turun tangan membela pelayan-Nya. Ini juga menjadi peringatan keras bagi sesama hamba Tuhan untuk tidak saling bersaing, tetapi saling mendukung dan menghormati. Menghormati Tuhan adalah juga berarti menghormati hamba-hamba yang telah Dia pilih.

Baca juga  HIDUP BERIMAN DAN BERHIKMAT

 

Bak pohon yang makin tinggi makin sering diterjang angin, begitulah hamba Tuhan, sering mendapat sorotan dan menjadi sasaran rasa iri. Janganlah kita menjadi Miryam dan Harun masa kini yang iri karena otoritas yang dimiliki Musa dan hamba Tuhan lainnya. Janganlah kita menganggap posisi kita sama dengan Musa.

 

Belajarlah untuk memberi penghormatan dan pujian untuk setiap jerih lelah sesama hamba Tuhan! Memberi hormat kepada sesama hamba Tuhan akan memacu mereka untuk lebih bersemangat mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya. Sebaliknya bila kita hanya mencerca, memaki, merendahkan dan menekan sesama hamba Tuhan, hal itu akan menurunkan semangat dan motivasi kerja layan.

 

Sesama hamba Tuhan, haruslah memberi teladan yang baik dan menjadi kesaksian, bukan malah jadi batu sandungan! Tuhan Yesus sendiri yang adalah Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan ”…datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Matius 20:28).

 

JIKA KITA TAK MAMPU MANJADI ORANG PANDAI,  JADILAH ORANG BAIK.

 

#Salam_WOW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here