SORGA adalah GOAL atau DESTINASI

0
565

Oleh: Pdt. Stefanus Hadi Prayitno

 

 

 

Nas  :  “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”(Roma 8:29).

 

*Ketika kita melakukan perjalanan ke satu tempat, misalnya dari Jakarta ke Bali, akankah yang kita siapkan hanya keperluan saat di Bali saja?

Bahkan, apakah tujuan kita hanyalah asal bisa sampai ke Bali? Tentunya tidak.

*Bali memang tujuan kita. Tapi, kita berharap perjalanan kita juga lancar, aman, nyaman dan menyenangkan.*

 

Maka kita juga akan menyiapkan berbagai hal selama melewati kota-kota sepanjang Jakarta ke Bali. *Jika perjalanan itu dilakukan dengan menyetir sendiri, kita tidak akan hanya menyiapkan pakaian ke Kuta tapi menyiapkan mobil yang sehat.*

 

*Kita tidak hanya bersiap berjemur, tapi menyiapkan tubuh agar fit mengemudi*.

Ya, Bali adalah destinasi atau tempat yang kita tuju, tapi perjalanan yang aman dan lancar adalah goal atau target kita.

 

Apakah sorga adalah goal / target atau destinasi/ tujuan kita?

Kadang orang beriman salah dalam hal ini.

*Mereka menganggap sorga adalah goal mereka*.

Mereka menciptakan identitas dan ciri khas para penghuni sorga menurut gambaran mereka sendiri tentang tempat itu.

*Padahal sesungguhnya, sorga adalah destinasi kita, tempat kita berakhir.*

*Goal kita adalah menjadi seperti Kristus*.

 

*Firman Tuhan berkali-kali menegaskan hal itu. Saat kita menganggap sorga sebagai goal, muncul orang-orang yang seolah lupa bahwa mereka masih hidup di bumi, yang seolah hidup di awang-awang, tidak realitis, dan ketika berhadapan dengan kenyataan, mereka bisa menjadi bingung / munafik*.

 

*Menjadi seperti Kristus adalah goal kita selama hidup ini. Itulah yg seharusnya dituju gereja dan dirasakan jemaat.*

 

Menjadi serupa Kristus adalah tentang *mengutamakan kasih lebih dari aturan agama, pengampunan pada yang bersalah, mau berkorban, tidak serakah, memberikan teladan.* Semua itu yang harus jadi identitas gereja /Orang percaya, lebih dari sekedar cara berpakaian, gaya beribadah, maupun cara bicara”.

 

Tuhan Yesus memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here