Degradasi Moral yang Mengancam Para Remaja Merupkan Tantangan bagi Orang Beriman

0
1015

Oleh: P. Adriyanto

 

 

“Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar daripada mendengar bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.”

 

*3 Yohanes 1:4*

 

Anak-anak adalah berkat dari Tuhan, mereka adalah milik pusaka Tuhan (Mazmur 127:3).

Sayangnya banyak orang tua yang tidak menyadari dan mengabaikan firman Tuhan di atas.

Orang tua yang berada, merasa cukup bila mereka menyediakan gadget, smart phone dan uang saku yang relatif besar bagi anak-anaknya. Mereka, suami dan istri sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing dan menyerahkan anak-anak mereka diasuh oleh asisten rumah tangga. Mereka juga tidak berkesempatan untuk mengawasi pergaulan, perkembangan sikap mental dan perilaku anak-anak mereka. Bagi orang tua semacam ini, tidak terbersit dalam benak mereka akan pentingnya pendidikan agama dan budi pekerti.

 

Pantas bahwa pada zaman ini generasi muda mengalami degradasi moral.

Tadi pagi, di TVOne diberitakan ada seorang guru perempuan yang dianiaya oleh murid SMP sehingga harus dirawat di rumah sakit karena kepalanya dihantam oleh kursi plastik dan telinganya berdarah terkena lemparan hp. Kejadian di atas disebabkan karena ditengah berlangsungnya pelajaran, sang murid bermain game di hp, ketika dilarang malah membentak-bentak gurunya. Ketika hpnya dirampas oleh sang guru, terjadilah penganiayaan tersebut. Pada bulan Pebruari yang baru lalu juga terjadi pembunuhan seorang guru oleh muridnya sendiri di Sampang, Madura. Saat ini, banyak murid yang tidak punya rasa hormat kepada guru mereka.

 

Berikut ini data bukti degradasi moral yang dilakukan oleh para remaja beberapa tahun belakangan ini:

 

* 15 ~ 20 persen remaja di sekolah sudah melakukan hubungan sex bebas dan LGBT.

 

* 1,5 juta remaja perempuan usia 15-19 tahun mengandung di luar pernikahan.

 

* Semakin banyak remaja  pada usia 15-20 tahun yang terkena AIDS/HIV.

Di Lampung pada tahun lalu 28.8 persen berpotensi terserang  HIV.

 

* Dari sekitar 270,000 pekerja sex perempuan (yang tercatat), 60 persennya terdiri dari remaja dan perempuan muda.

 

* Setiap tahun ada 2.3 juta orang yang melakukan aborsi dan 20 persennya dilakukan oleh remaja.

 

* Semakin meningkatnya remaja dan bahkan anak-anak yang menggunakan narkoba.

 

* Semakin meningkatnya skala kejahatan remaja (pencurian, begal, pembunuhan, mabuk-mabukan, pengedar narkoba, gang motor, tawuran, dan lain-lain)

 

Mengapa terjadi eskalasi kemerosotan moral tersebut?

Beberapa penyebab selain ketidakpedulian orang tua terhadap pendidikan agama dan budi pekerti anak-anak mereka, penyebab utama lainnya antara lain adalah:

 

* pola hidup hedonisme, di mana orang tua berlomba untuk hidup mewah (memiliki super car, rumah mewah, hidup berfoya-foya di kelab-kelab malam, dll)

 

* Pengaruh kemajuan teknologi yang sangat pesat yang memberi motivasi yang sangat kuat terhadap para remaja untuk meniru dan meninggalkan budaya bangsa sendiri.

 

* Film-film/sinetron barat dan nasional yang tidak mendidik bahkan memberi contoh negatif bagi para remaja/pemuda, seperti film Dilan (pemukulan guru) dan sinetron Anak Langit (gang-gang motor yang tidak bermoral, fitnah, dll)

 

* Kurang efektifnya pendidikan agama dan budi pekerti di sekolah-sekolah.

 

* Gereja-gereja banyak ysng lebih fokus pada pembangunan gedung gereja yang besar dan nyaman, khotbah-khotbah yang menarik (klasik/membosankan) dan tidak/kurang memperhatikan *Christian moral development* bagi para remaja/pemuda gereja.

 

Kita sebagai orang yang beriman dituntut untuk selalu berdoa untuk memohon Tuhan memberikan hikmat dan pengertian yang benar kepada generasi muda kita agar mereka memahami kehendak Tuhan, sehingga hidup mereka layak di hadapan Tuhan serta berkenan di hadapan-Nya dalam segala hal (baca Kolose 1: 9~10).

Firman Tuhan berkali-kali  telah memberi peringatan untuk mencegah terjadinya degradasi moral :

 

#  *1 Korintus 6: 9~10*

*”Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,. . . .  tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”*

(baca juga Efesus 5:3~6)

 

# *Efesus 5:17~18*

*”Janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu. . .”*

 

# *2 Timotius 3:2-5*

*”Manusia akan mencintai dirinya sendiri  dan menjadi hamba uang.. . .  mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterimakasih, tidak mempedulikan agama. . . “*

 

Negara dan bangsa ini akan hancur bila generasi muda kita banyak yang tidak bermoral. Bukan hanya tugas pemerintah dan institusi agama, tapi kita sebagai individu  harus memikul tanggungjawab.

Amin.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here