Oknum-oknum MPH PGI Sudah Mendukakan Hati  Allah!

0
352

Oleh: P. Adriyanto

 

 

 

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) yang dibentuk oleh para founding fathers pada tahun 1949, pasti punya misi dan visi yang berakar pada Firman Tuhan. Dalam perjalanan sejarahnya selama 69 tahun, peran dan kontribusi PGI baik bagi sinode-sinode gereja Kristen, umat Kristen, maupun negara terutama bangsa Indonesia semakin memudar dan mencapai puncaknya pada tanggal 28 Mei 2016, dengan dikeluarkannya pernyataan pastoral PGI yang mendukung dan membenarkan LGBT dengan memutar balik Firman Tuhan dan dalih-dalih yang sesat yang mengikuti arus dunia. PGI bukan *super body* di kalangan gereja-gereja Kristen dan umatnya, yang bisa seenaknya mengeluarkan pernyataan tanpa didasarkan pada persetujuan bersama sinode-sinode gereja yang bernaung di bawahnya.

 

Berikut ini fakta-fakta yang mendukung sinyalemen saya di atas:

 

# PGI menyatakan bahwa LGBT adalah bagian dari tubuh Kristus yang sangat disayangi Allah. Statement ini bertentangan dengan Firman Tuhan yang menyatakan bahwa:

” Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di. luar  Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.*

*Yohanes 15:5~6*

 

Di samping itu bila perilaku LGBT bukan merupakan dosa berat, mengapa Allah memusnahkan seluruh kota Sodom dan Gomora dengan hujan api dan belerang???.

Tuhan itu maha pengasih, sehingga bila ada kaum LGBT yang bertobat dan dilahirkan baru maka Dia akan mengampuni mereka.

“Allahmu, pengasih dan penyayang, Ia tidak akan memalingkan wajahNya dari pada kamu, bilamana kamu kembali kepadaNya.*

Baca juga  TIDAK ADA JANJI YANG TIDAK TUHAN TEPATI

*2 Tawarikh 30:9*

 

# Oknum-oknum PGI tersebut dengan sangat *LANCANG*menilai bahwa Alkitab tidak sempurna karena tidak memberi penilaian *moral-etis* terhadap keberadaan LGBT.

Mereka telah  memutar-balik Firman untuk membenarkan pendapat pribadi.

*”Nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri.”*

*2 Petrus 1:20*

 

# Gereja harus belajar menerima kaum LGBT  sebagai bagian yang utuh dari persekutuan kita sebagai tubuh Kristus.

 

Masa LGBT sebagai tubuh Kristus?? PGI tidak memandang LGBT  sebagai dosa.

PGI seharusnya turut aktif memberikan konseling pemulihan khusus bagi kaum LGBT. Bukannya mendukung atau membenarkan perbuatan/perilaku seksual LGBT yang merupakan  suatu kejijikan di mata Tuhan.

 

Tahukah PGI bahwa LGBT penyebar penyakit sexualy transmitted diseases seperti gonorea, hepstetis B dan C, HIV/Aids yang menyebabkan kematian dan melumpuhkan generasi muda bangsa seperti narkoba?

Tahukah PGI bahwa setiap hari banyak anak-anak yang menjadi korban  pedofilia dari orang-orang homo?

Mana mungkin orang-orang seperti itu kita jadikan persekutuan dalam tubuh Kristus sebelum mereka  bertobat??

 

# MPH PGI mencari rasionalisasi/pembenaran di luar Alkitab:

 

* Hasil penelitian bidang kedokteran dan psikiatri yang tidak lagi menganggap LGBT sebagai penyakit dan penyimpangan mental (mental disorder).

 

* WHO menerima keberadaan LGBT dan ikut berjuang untuk penegakan hak-hak mereka  sebagai insan manusia.

 

* Perhimpunan dokter spesialis kesehatan jiwa Indonesia (PDSKJI) menyatakan bahwa LGBT  bukan penyakit jiwa.

 

Kita harus waspada terhadap orang-orang yang mengutamakan doktrin manusia melebihi Firman Tuhan.

*”Mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.”*

*2 Timotius 4:3~4*

 

Orang yang murtad adalah seteru salib.

*”Banyak orang yang hidup sebagai seteru salib. “*

*Filipi 3:18*

Baca juga  ALLAH HAKIM YANG ADIL

Oleh sebab itu kita harus berhati-hati terhadap ajaran dan ajakan yang menyesatkan. Pernyataan pastoral dari oknum MPH PGI, bukannya menenteramkan umat, sebaliknya malah menimbulkan kegaduhan dan pertentangan.

Semoga Tuhan mengampuni mereka.

Amin.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here