Allah Tidak Memandang Rupa

0
1136

1 Samuel 16:1-13; Lukas 19:35

 

“Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati” (1 Samuel 16:7).

 

Pemilihan Daud sebagai raja tentunya mengundang kontroversial, setidak-tidaknya bagi keluarganya. Mengapa? Sebab kakak-kakak Daud secara fisik lebih hebat, lebih  kekar, lebih gagah, dan lebih berotot. Tapi Daud terlalu muda dan lemah. Bukankah dia menjadi yang terkecil? Jadi tidak heran jika Isai mengabaikan anaknya yang bungsu itu. Isai pikir kakak-kakak Daud memenuhi syarat untuk menjadi raja. Namun sayang, semuanya tereliminasi. Sebagai “juri”, Allah tidak berkenan kepada mereka. Allah tidak melihat perawakan mereka. Allah melihat hati. Dan Allah melihat sesuatu yang lain di dalam diri Daud. Meskipun Daud bukanlah manusia sempurna, namun dialah yang dipilih.

 

Ya, Allah melihat hati manusia. Penampilan manusia tidaklah menarik minat Allah. Jadi sekali lagi, Allah melihat hati.

 

Setiap orang mempunyai peluang yang sama untuk dipakai oleh Allah. Mungkin orang bilang kalau Anda bukanlah salah seorang yang beruntung dengan perawakan yang oke. Atau katakanlah Anda berkemungkinan kecil untuk meraih primadona di kelas Anda. Tetapi bila Allah memilih Anda sebagai alat-Nya, siapakah yang akan menggugat-Nya?

 

Dipilih Allah menjadi alat-Nya adalah anugerah yang indah. Kita memang tidak tahu kriteria secara absolut apakah yang Allah pakai untuk menentukan pilihan. Tetapi itulah kedaulatan Allah. Yang penting adalah kesediaan kita untuk dipakai Allah. Kalau Anda merasa bahwa Allah tidak dapat memakai Anda setelah Anda dibenarkan, maka itu adalah kesalahan besar. Setiap anak Allah mempunyai peluang yang sama untuk dipakai sebagai alat-Nya.

 

Di Alkitab kita melihat bagaimana manusia yang dipakai sebagai alat-Nya mempunyai latar belakang yang berbeda, dari seorang terpelajar seperti Paulus sampai nelayan seperti Petrus, atau bahkan lebih ekstrim lagi, keledai juga dipakai Allah.

 

Renungan:

Siapakan diri Anda untuk dipakai Allah. Ingat, penampilan luar tidak penting. Yang penting penampilan hati Anda. Kalau Anda rindu dipakai Allah, Dia akan melakukannya.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here