Menjadi Gereja yang Peduli

0
919

Oleh: Christian T

 

 

*Renungan BGA (Baca Gali Alkitab )*

*Bacaan Alkitab : Markus 8:-1-10*

 

 

*” Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus ” ( Fil 4:19 )*

 

*Syalom, sahabat-sahabat setia pembaca BGA yang terkasih dalam Kristus Yesus,*

 

Pada perikop yang kita baca kali ini, kita melihat betapa Yesus sangat peduli kepada orang banyak yang telah tiga hari mengikuti-Nya. Yesus berbelas kasihan kepada mereka, karena mereka sudah kehabisan makanan, dan jika saat itu mereka dibiarkan dan bahkan disuruh pulang akan berbahaya bagi mereka , mereka akan pingsan sebab ada yang datang dari jauh (1-3).

 

Namun respon murid-murid-Nya tidak selaras dengan apa yang ada di hati dan pikiran Yesus. Yesus sangat peduli kepada mereka dan tidak ingin mereka celaka, sedangkan murid-murid-Nya menunjukkan ketidakpedulian dan berpikir secara realitas dan logika bahwa tidaklah mungkin orang dapat memberikan roti di tempat yang sunyi. Mereka tidak mencari solusi kreatif, tetapi berdiam diri mengharapkan bantuan dari orang lain. Mereka sangat mengandalkan manusia, tidak mengandalkan TUHAN (4) dan mereka lupa akan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan oleh Guru-Nya terutama Yesus pernah memberi makan lima ribu orang sebelumnya ( Mrk 6:30-44 )

 

Sahabat-sahabat BGA yang terkasih dalam Yesus, akhirnya Yesus memenuhi kebutuhan makan empat ribu orang dengan mengulang kembali mukjizat yang pernah dilakukan-Nya sebelumnya dengan modal tujuh roti dan beberapa ikan. Setelah mengucap syukur, lalu Dia memberikan kepada kepada murid-murid-Nya untuk dibagikan kepada orang banyak dan mereka makan sampai kenyang, serta ada sisa potongan roti sebanyak tujuh bakul. Kemudian Yesus menyuruh mereka pulang, sedangkan Dia dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan ke Dalmanuta (5-10)

 

*Sobat-sobat yang terkasih,* marilah kita mengikuti teladan Yesus yang adalah Kepala Gereja, Gereja yang adalah Tubuh-Nya, yakni menjadi gereja yang mengasihi, gereja yang peduli kepada domba-domba yang digembalakannya, gereja yang memperhatikan kebutuhan jemaatnya bukan hanya kebutuhan rohani, tetapi juga kebutuhan-kebutuhan lainnya yang bersifat primer dan juga berbagai masalah lainnya. Memang gereja tidak bisa berbuat sendiri, melainkan harus melibatkan seluruh anggota jemaat dan juga bekerja sama dengan gereja-gereja dan lembaga-lembaga kristiani atau para profesional lainnya yang memang merekalah yang berkompeten menanganinya.

 

Rasul Petrus menasehatkan kepada para penatua :

 

*” Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.*

*Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu ( 1 Pet 5:2-4 )*

 

*Sobat,* Ingatlah baik-baik peringatan Tuhan Yesus melalui Rasul Yohanes di Pulau Patmos kepada Jemaat Efesus, yang walaupun mereka tekun dan sabar menderita karena nama Yesus, namun Tuhan Yesus mencelanya karena telah meninggalkan kasih yang mula-mula ( Wah 2::1-7 )

 

*” Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat “(5)*

 

Tuhan Yesus memberkati.

 

Salam dan doa

Christian T

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here