Hidup Oleh Iman

0
1345

Oleh: P. Adriyanto

 

 

*Roma 1: 17*

 

Hidup oleh iman itu tidaklah semudah seperti yang kita ucapkan. Banyak orang yang hidup semaunya tergantung dari kondisi dan lingkungan di mana mereka hidup. Bila datang rezeki yang berlimpah, yang mereka ingat adalah hidup bermewah-mewah, apabila mereka hidup dalam kondisi berkekurangan, mereka lebih banyak mengeluh dan iri terhadap tetangga yang hidupnya berkelimpahan harta. Banyak orang yang temperamental yang cenderung marah-marah dengan penuh emosi, terlebih bila mengalami. kegagalan.

 

Menjadi orang percaya, harus mengalami banyak tantangan:

 

* Kita harus selalu menjaga dan berkata-kata dengan iman

 

* Kita harus menapak hidup kita dengan iman

 

*  Kita harus selalu bertindak/berbuat dengan iman.

 

Kita harus menyelaraskan sikap, perilaku, kata-kata dan perbuatan kita dengan iman. Jadi kita harus membangun integritas diri dengan iman. Berkata-kata dan berbuat berdasarkan iman berarti kita dalam segala hal harus memperhatikan perintah-perintah Tuhan dan mengasihi-Nya serta sesama.

Kita harus mengimplementasikan iman dalam segala aspek kehidupan kita, karena iman tanpa perbuatan adalah mati.

*”Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah Mari. “*

*Yakobus 2:26*

Iman menjadi mati karena hati kita kering secara rohani dan kehidupan kita tidak mengalami perubahan oleh kasih anugerah Kristus.

 

Dalam masa sulit dan keadaan susah sekalipun, kita tetap harus beriman. Kita harus berani menderita sebagai prajurit Kristus yang setia.

*”Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.”*

*2 Timotius 2:3*

Banyak orang Kristen di Timur Tengah yang lebih memilih dipenggal lehernya oleh ISIS dari pada harus mengingkari imannya kepada Kristus.

Baca juga  FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA

 

Kita tidak dapat hidup berkenan kepada Allah tanpa iman. Kita diselamatkan oleh iman dan iman memberi kekuatan kepada kita untuk terus maju.

*”Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat.”*

*Lukas 7:50*

 

Kita harus memiliki iman sejati, dimana kita tetap memiliki iman percaya kepada Tuhan walau nampak tidak ada harapan lagi seperti yang ditunjukkan oleh Abraham dan Ayub. Kita tidak boleh bimbang akan janji-janji Tuhan karena ketidakpercayaan kita.

Amin.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here