Di manakah Ada Damai Sejahtera??

0
612

Oleh: P. Adriyanto

 

“Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara  hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”

 

*Filipi 4:7~8*

 

Dunia semakin mengalami krisis damai sejahtera. Ada 8000 karyawan Freeport  di Timika yang diPHK. Salah seorang di antaranya karena sudah putus asa akibat tidak mempunyai uang untuk makan, telah menggorok leher istrinya dan lehernya sendiri. Ada seorang ibu yang tega membunuh 3 anak kandungnya sendiri dan  di Bukit Batu Hitam, Sumatera, polisi menangkap truk pengangkut ayam  dan di tengahnya ada 6 orang anak yang diculik dan dikemas di kotak besar, untuk dibawa ke Thailand guna diambil organ-organ tubuh mereka.

 

Masih banyak lagi tragedi/peristiwa baik di dalam maupun di luar negeri yang  menyebabkan orang kehilangan damai sejahtera.

 

Lalu di mana dapat kita cari damai sejahtera itu?

Beberapa puluh tahun yang lalu ketika saya masih menjadi mahasiswa, saya pernah belajar teori motivasi psikologi dari Prof. Abraham Maslow, yang menggambarkan hirarki kebutuhan manusia yang tertinggi adalah *self actualization (aktualisasi diri)* dan setingkat di bawahnya adalah *esteem/status.*

 

Self actualization adalah kondisi di mana seseorang sudah dapat merealisasi nilai-nilai hidup yang menjunjung tinggi nilai B (Being) yang meliputi : *kesederhanaan, keadilan, kejujuran, kemandirian, kebaikan dan totalitas yang mendorong orang ini menjadi manusia seutuhnya.*

 

Teori ini tidak menjelaskan apakah orang yang mencapai aktualusasi diri ini dapat menemukan damai sejahtera dalam hidupnya.

Baca juga  PASKAH : MEMBENARKAN YANG BENAR

 

Sementara sebagian orang lain mengira bahwa damai sejahtera dapat mereka peroleh bila mereka berlimpah harta, punya jabatan tinggi, dan lain-lain, tapi yang jelas mereka sama sekali tidak terbebas dari rasa kekhawatiran dan ketakutan. Sebagian lagi, mancari damai sejahtera di tempat-tempat dugem, dan mengkonsumsi obat terlarang.

 

Sebagai pengikut Kristus,  kita punya pegangan yang kuat yakni iman kita, bahwa damai sejahtera hanya ada dalam Yesus Kristus.

*Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”*

*Filipi 4:7*

 

Apa persyaratan yang harus kita penuhi agar kita memperoleh damai sejahtera di atas?

Kita harus mematuhi perintah-perintah Tuhan.

*”Sekiranya engkau memperhatikan perintah – perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti.”*

*Yesaya 48:18*

Sebaliknya, *tidak ada damai sejahtera bagi orang-orang fasik*

*ayat 22*

 

Sekarang tergantung pada kita, apakah kita akan berjuang dengan iman untuk mewujudkan semua yang benar, semua yang mulia, dan lain-lainnya seperti ditulis dalam nas di atas.

Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here