Tenanglah! Aku Ini, Yesus, Tuhan dan Juruselamatmu. Jangan Takut!

0
1931

*Renungan BGA (Baca Gali Alkitab )*

*Bacaan Alkitab : Markus 6:45-52*

Oleh: Christian T

 

 

*Syalom, sahabat-sahabat setia pembaca BGA yang terkasih dalam Kristus Yesus,*

 

Setelah berkeliling mengajar, menyembuhkan orang sakit dan cacat, membangkitkan orang mati, memberi makan lima ribu orang laki-laki, mendapatkan tekanan, diusir dan mendapatkan kabar duka atas kematian Yohanes Pembaptis, kemudian Yesus pergi ke atas bukit menyendiri untuk berdoa.

Pada jam tiga dini hari Ia melihat murid-murid sedang kepayahan mendayung karena angin sakal, lalu Ia mendatangi mereka dengan berjalan diatas air dan menenangkan angin sakal yang mengombangambingkan perahu mereka itu. Ketika mereka melihat ada mahkluk yang berjalan di atas air, mereka mengira itu adalah hantu. Ketika dilihat-Nya mereka sedang kelelahan dan ketakutan, maka Ia berkata kepada mereka :

 

*” Tenanglah!, Aku ini, jangan takut “*

 

Lalu Yesus naik ke perahu dan mendapatkan mereka, dan angin pun redalah. Namun mereka tetap tidak mengerti apa yang telah terjadi, sebab hati mereka tetap degil ( keras kepala atau kepala batu ).

 

*Sahabat BGA yang terkasih dalam Yesus,* dari pembacaan perikop BGA ini, kita mendapatkan beberapa pelajaran dari Tuhan Yesus :

 

1. Di tengah kesibukan pelayanan, Yesus memerlukan waktu dan tempat untuk menyingkir dari keramaian ke bukit untuk melakukan kontemplasi. Yesus memerlukan ketenangan dan kekuatan spiritual dan mental. Itulah sebabnya Ia menyingkir ke suatu bukit untuk berdoa. Ia harus tetap melakukan hubungan yang intim dengan  Bapa-Nya (45-46)

 

2. Ketika tinggal sendirian di darat, Yesus  melihat betapa payahnya murid-murid mendayung karena angin sakal. Yesus tidak pernah lengah sedetikpun memperhatikan murid-murid-Nya. Hati-Nya dan mata-Nya selalu ada dan mengawasi. Ia tidak pernah tertidur dan terlelap, sekalipun nampak-Nya Yesus membiarkan peristiwa itu terjadi (48a).

Baca juga  YESUS TETAP SETIA 

 

3. Pada waktu yang tepat dan tidak terlalu terlambat ataupun terlalu cepat, Yesus akan datang, hadir dan siap menolong. Kehadiran-Nya dan pertolongan-Nya tidak dapat diduga 48b).

 

4. Di tengah situasi yang sangat sulit dan sangat ketakutan membuat murid-murid-Nya tidak dapat melihat Yesus yang sebenarnya. Mereka terkejut dan mengira yang dilihatnya adalah hantu., karena kepercayaan mereka bahwa hanyalah hantu yang dapat berjalan di atas air (49).

 

5. Kehadiran Yesus memberikan rasa aman dan nyaman. Angin sakal pun akhirnya diredakan dan Yesus naik ke perahu mereka (50-51). Hal ini mengingatkan pada peristiwa Yesus meredakan angin badai di danau Galilea ( Mrk 4:35-41 ).

 

6. Karena kedegilan ( keras kepala atau kepala batu ) yang membuat mereka tidak bisa mengerti Yesus dan segala pengajaran dan perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya (52)

 

*Sobat yang terkasih dalam Yesus,* di dalam perahu kehidupan ini kita tidak bisa menghindarkan dari angin sakal atau badai topan yang setiap saat menerjang. Kita akan bisa menjadi depresi, takut dan kuatir. Rasa aman dan nyaman, serta damai hilang dari kehidupan kita. Mungkin kita merasa tidak ada seorangpun yang peduli dan bahkan kita menganggap Tuhan telah meninggalkan kita atau membiarkan angin sakal atau badai topan kehidupan itu terjadi menimpa kita.

 

*Namun sobat kekasih,* Tuhan Yesus telah memberikan teladan di tengah kerumitan hidup ini, yakni teladan doa. Doalah yang memberikan kita kekuatan, ketenangan dan penghiburan. Di dalam doa kita bisa mengutarakan segala masalah dan memohon pertolongan Tuhan menemukan jalan keluar. Di dalam doa menjadikan hubungan kita semakin dekat dengan-Nya dan kita dikuatkan dengan hadir-Nya Tuhan di dalam perahu kehidupan ini. Tuhan sanggup menghentikan angin sakal dan badai topan yang menimpa hidup kita.

Baca juga  YESUS TETAP SETIA 

 

*Sobat*, kiranya melalui perenungan BGA kali ini, kita semakin dikuatkan iman percaya kita kepada Tuhan Yesus bahwa DIA sekali-kali tidak akan meninggalkan kita dan membiarkan kita ( Ul 31:6,8, Ibr 13:5 ) dan Dia sanggup melakukan perkara besar, menyembuhkan dan memulihkan hidup kita.

 

*Tenanglah! Aku ini, Yesus, Tuhan dan Juruselamat-mu. Jangan takut!*

 

*Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, ( Ibr 6:19 )*

 

Tuhan Yesus memberkati.

 

Salam dan doa

Christian T

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here