Mengapa Masih Ada Rasa Khawatir Di Hati Kita?

0
849

Oleh: P. Adriyanto

 

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kapada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”

*1 Petrus 5:7*

 

Saya lebih menyukai perikop di atas yang di tulis dalam *The Amplified Bible*:

*”Casting the whole of your care (all  your anxieties, all your wories, all your concern, once and for all) on Him, for He cares for you affectionately and cares about you watchfuly.*

*1 Peter 5 :7*

[  *Serahkanlah seluruh kekhawatiranmu (seluruh kecemasanmu, seluruh kegundahanmu, seluruh keprihatinanmu untuk selama-lamanya) kepada-Nya, karena Dia memeliharamu dengan kasih sayang, dan menjagamu dengan penuh perhatian.*]

 

Banyak orang menganggap kekhawatiran terhadap hal-hal yang akan terjadi dalam hidup adalah hal yang biasa.

Oleh sebab itu, kita tidak perlu berandai-andai sesuatu yang belum pasti terjadi.

Sebaliknya ada orang-orang yang selalu mengkhawatirkan nasib jelek yang sewaktu-waktu  bisa menimpanya. Untuk menolak nasib jelek itu, mereka  berusaha memberi sesajen, berpuasa hanya dengan memakan nasi putih dan minum air putih, bersemedi dan mengikuti ilmu-ilmu kejawen dan ada yang memasang jimat di atas pintu rumah mereka.

Kasihan mereka karena perbuatan mereka adalah sia-sia.

 

Kita sebagai orang percaya, harus menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada Tuhan, karena Dia selalu memelihara dan melindungi kita. Apakah cukup bagi kita untuk begitu saja percaya pada firman Tuhan di atas? Kita harus menyerahkan hidup kita kepada Tuhan dan beriman kepada-Nya.

*”Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya dan Ia akan bertindak.”*

*Mazmur 37:5*

 

Menyerahkan hidup kita secara total kepada Tuhan tidak berarti bahwa kita harus menjadi biarawan/biarawati, tapi kita harus hidup sesuai dengan perintah Tuhan dan  berkenan kepada-Nya.

Kita tidak boleh meragukan Firman-Nya.

Matius 6:25, memberi jaminan bahwa Tuhan akan selalu memelihara dan mencukupi kebutuhan hidup kita.

*”Aku berkata kepadamu:*

*janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.*  *Bukankah hidup ini lebih penting dari pada makanan dan tubuhmu itu lebih penting dari pada pakaian?*

*Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di surga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”*

 

Terkait dengan jaminan Tuhan di atas, timbul pertanyaan, *”mengapa terjadi kematian puluhan anak dan ratusan yang lain yang menderita gizi buruk di Kabupaten Asmat ?”*

Walaupun 60 persen dari suku Asmat beragama Katolik, tapi agama tidak dapat menyelamatkan. mereka, tidak semua orang yang berteriak-teriak Tuhan, Tuhan akan diselamatkan sepanjang hidupnya tidak berkenan kepada Tuhan. Banyak di antara mereka yang lebih memilih meninggalkan Kristus dari pada bertahan dengan iman mereka.

*”Orang yang mencari Tuhan, tidak kekurangan sesuatupun yang baik.”*

*Mazmur 34:11*

 

Kita harus berdoa buat mereka agar mereka kembali percaya kepada firman Tuhan serta bergantung kepada-Nya.

Amin.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here