Jika Kita Angkat Tangan, maka Tuhan akan Turun Tangan, Percayalah!

0
2897

Oleh: Christian T

 

*Renungan BGA (Baca Gali Alkitab )*

 

*Bacaan Alkitab : Markus 5: 1-20.

 

*” Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam; curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan, angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan karena lapar di ujung-ujung jalan! “*

*( Rat 2:19)*

 

*Syalom, sahabat-sahabat setia pembaca BGA yang terkasih dalam Kristus Yesus,*

 

Dalam perenungan BGA kali ini dapat kita lihat terjadi dua mukjizat yang bersifat langsung dan tidak langsung. Mukjizat yang pertama terjadi secara tidak langsung dan tidak diketahui oleh banyak orang ketika sedang dalam perjalanan ke rumah Yairus, kepala rumah ibadat, yaitu seorang perempuan yang sakit pendarahan selama dua belas tahun, dan yang kedua adalah membangkitkan anak gadis Yairus, seorang kepala rumah ibadat yang berusia duabelas tahun.

 

*Marilah, sahabat BGA yang terkasih dalam Yesus,* kita baca dan renungkan baik-baik kedua  peristiwa ini., karena ada hal yang sangat penting untuk kehidupan yang sedang kita jalani hari-hari ini.

 

Yang pertama, perempuan yang sakit pendarahan selama dua belas tahun. Perempuan ini sudah menghabiskan banyak biaya untuk mengobati penyakitnya ini sampai ia tidak memiliki apapun lagi. Ketika dia berada di kerumunan orang banyak yang berdesak-desakan mendekati Yesus, secara diam-diam dia menjamah jubah Yesus, karena dia berpikir asal dijamah saja jubah-Nya  maka dia akan sembuh.

 

*Sahabat BGA yang terkasih dalam Yesus,*

menurut Hukum Taurat :  *Apabila seorang perempuan berhari-hari lamanya mengeluarkan lelehan, yakni lelehan darah yang bukan pada waktu cemar kainnya, atau -apabila ia mengeluarkan lelehan lebih lama dari waktu cemar kainnya, maka selama lelehannya yang najis itu perempuan itu adalah seperti pada hari-hari cemar kainnya, yakni ia najis (Im 15:25)*

 

*Sahabat BGA,* jadi dapat dipahami bahwa perempuan ini secara diam-diam dia mengharapkan penyembuhan dengan hanya menjamah jubah Nya saja dan ia meyakininya  itu. Hal ini dilakukannya karena dia meyakini bahwa tatkala orang menyentuhnya yang najis itu, maka orang itu akan menjadi najis pula. Dan demikianlah pula jika ia menyentuh Yesus yang dianggapnya sebagai Yang Maha Suci dan Maha Kuasa, maka ia pun akan menjadi tahir dan sembuh. Sungguh luar biasa iman dari perempuan ini.

 

*Sahabat BGA yang terkasih,* lalu bagaimana dengan Yairus? Rupanya sudah terlambat ketika dia sudah bertemu dengan Yesus, keluarganya menyampaikan bahwa anaknya sudah meninggal dunia. Keluarganya mengatakan bahwa tidak perlu lagi menyusahkan Yesus.

 

Laluapa apa reaksi Yesus mendengar perkataan mereka ?

 

Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat:

 

*”Jangan takut, percaya saja!” (36)*

 

Dan setelah tiba di rumah Yairus, orang-orang menertawakan-Nya mendengar pernyataan Yesus bahwa Anak itu tidak mati melainkan tidur (39)

 

Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: “Talita kum,” yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!” (41)

 

Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub (42)

 

*Sobat yang dikasihi TUHAN,*

Apapun masalah yang sedang kita hadapi ? Sesulit dan seberat apapun kita pikul ?

Sudah berapa lama kita pikul beban sakit penyakit kita  ?

 

Teladanilah iman dari perempuan yang sudah duabelas tahun mengalami sakit pendarahan dan sudah tidak punya apa-apa lagi dan teladani juga iman dari Yairus, sekalipun sudah terlambat dan anaknya sudah meninggal dunia, namun dia percaya akan perkataan Yesus dan mengimani bahwa Yesus dapat menyembuhkan dan bahkan membangkitkannya sekalipun sudah meninggal dunia. Dia tidak menyalahkan kepada dirinya, kepada orang di sekitarnya yang mempersulit bertemu dengan Yesus, dan bahkan  juga dia tidak mempersalahkan Yesus tidak cepat-cepat datang ke rumahnya.

 

Perrcayalah dengan sungguh-sungguh bahwa mukjizat itu masih ada. Yang penting adalah “percaya ( iman ) dengan sungguh-sungguh” dan jangan berhenti berjuang atau jangan mudah menyerah, serta jangan menyalahkan keadaan, lingkungan sekitar atau orang lain”

 

*Ketika kita angkat tangan, maka TUHAN akan turun tangan*

 

*” Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya ” ( Ibr 13:8 )*

 

*” Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia ” ( Ibr 11:6 )*

 

Tuhan Yesus memberkati .

 

Salam dan doa.

Christian T

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here