Menjadi Pemimpin Berjiwa Melayani

0
1133

Oleh: Stefanus Widananta

 

 

Tidaklah demikian di antara kamu, barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.

Markus 10:43-44

 

Tidak semua hal yang kita perbuat akan mendapatkan pujian, melainkan sebagian, kita akan menerima kritikan.

 

Dan sudah bukan barang baru, kalau pemimpin yang sekarang mengkritik pemimpin sebelumnya atau pemimpin sebelumnya mengkritik pemimpin yang sekarang.

 

Kritik memang akan selalu ada dalam hidup manusia, namun yang terpenting bagaimana kita meresponinya.

 

Demikian juga seorang pemimpin yang baik, dia harus bisa menerima kritik dan koreksi serta nasehat dari orang lain.

 

Pemimpin yang baik menurut Alkitab adalah pemimpin yang berjiwa hamba, artinya dia menggunakan kekuasaan untuk kepentingan orang banyak, sekaligus memiliki jiwa yang rendah hati, mampu mengendalikan diri, mampu menguasai diri, seperti seorang hamba yang mengabdi pada tuannya.

 

Memang tidak mudah menjadi pemimpin yang memiliki jiwa hamba, kita bisa belajar dari Tuhan Yesus sendiri, Dia mengatakan, “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang”.

 

Demikian juga kita bisa melihat pola hidup para rasul  yang hebat dalam memimpin, sekaligus mereka bersikap sebagai hamba.

 

Pemimpin yang arogan tidak akan mau menerima kritik dan nasehat, Salomo mengatakan, “Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak”.

 

Pemimpin yang berjiwa hamba adalah pemimpin yang memiliki motivasi melayani bukan dilayani, bukan justru memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingannya dan kelompoknya sendiri.

 

Tuhan Yesus memberkati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here