Penghakiman Terakhir

0
3819

 

oleh:Herry Oktavianus

 

Akan ada masa dimana umat manusia tiada dapat berkata dan berbuat apapun mungkin kengerian, kegentaran menyelimuti tubuh, jiwa dan roh manusia meluluhlantakan keangkuhan, kesombongan dan kehebatannya. Kebanggaan terhadap jabatan atau kedudukan setinggi sebesar apapun dan sebagainya juga kemewahan hidup lenyap begitu saja semua menjadi tiada sama sekali artinya di saat hari *”Penghakiman Terakhir”* terjadi karena siapakah yang mampu menghadapinya, setiap orang pribadi lepas pribadi dimintakan pertangungjawaban atas hidupnya dan tak seorangpun dapat mengelak dari tanggungjawabnya dihadapan Tuhan yang menghakiminya.

 

“Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.”

 

“Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,”

 

“dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.”

 

“Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.” (Matius 25:31-34).

 

Penyesalan dosa tiada artinya lagi, derasnya air mata tiada dapat merubah kenyataan penghakiman yang akan diterima orang perorang, tiada satupun yang tersembunyi yang tidak diungkapkan dihadapan Tuhan yang akan menghakiminya.

 

*Hari penghakiman Tuhan* bagi setiap orang yang setia melakukan apa yang dikehendaki Yesus Kristus tiada sedikitpun akan diliputi ketakutan dan kengerian karena hari penghakiman merupakan hari yang dirindukan dan diharapkan dimana Tuhan menjadikan hari itu membahagiakan sebagaimana janji Tuhan akan datang kembali ke dunia untuk menjemput umat-Nya membawanya ke rumah Bapa sorgawi,

Baca juga  Kebiasaan Hidup yang Membawa Kebahagiaan: Memilih untuk Bersukacita

*”Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”*

*”Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.”*

*”Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.”*(Johanes 14:1-3)

 

*Hari Penghakiman* diawali dengan kedatangan Kristus sebagai Raja dari segala raja. Dan Yesus Kristus Tuhan datang kembali ke dunia bukan lagi untuk menyelamatkan manusia-manusia berdosa akan tetapi menghakimi manusia-manusia berdosa dan mengaruniakan kehidupan bahagia kekal bagi setiap *orang yang setia mewujudkan perbuatan imannya sesuai ajaran Yesus Kristus*.

Secara theologis berdasarkan iman Kristen orang bijaksana adalah mereka yang senantiasa mengukur atau mempertimbangkan segala sesuatu untuk dilakukannya berdasarkan firman Tuhan, demikian juga halnya saat menelusuri dan menghadapi hari-hari hidup yang dijalaninya (Matius 7:24), senantiasa menjaga diri dan hidupnya dengan Firman-Nya agar tetap siap sedia menghadapi bila “hari penghakiman Tuhan” tiba sebagaimana di tuliskan Injil Matius dengan *perumpamaan gadis-gadis bijaksana*(Matius 25:1-13).

 

Perihal *”Hari Penghakiman”* yang dituliskan dalam Alkitab baik melalui kitab Perjanjian Lama sampai kitab Perjanjian Baru bukanlah isapan jempol belaka atau sekedar dongeng, Alkitab memaparkannya sebagai wujud nyata *hard warning atau peringatan keras* bahwa hal itu adalah kenyataan dan pasti terjadi pada waktunya. Siapapun orangnya yang menganggap bahwa *hari penghakiman Tuhan* tidak ada atau mengabaikannya begitu saja, hal tersebut merupakan kekeliruan besar yang pada saatnya akan menimbulkan suatu penyesalan hati yang sangatlah menyiksanya.

*Alkitab* adalah Firman Tuhan tertulis, satu-satunya *”kitab suci”* sumber informasi yang menjelaskan perihal “penyataan dan pernyataan Allah”  bagi umat Kristus bukan hal lain apapun selain Alkitab sebagai “pedoman dan pelita” menjalani kehidupan demikian juga dalam menyikapi tentang *”hari penghakiman Tuhan”*.

Baca juga  Kebiasaan Hidup yang Membawa Kebahagiaan: Memilih untuk Bersukacita

*”Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!”*(Yeremia 17:5)

 

Hal-hal patut untuk diperhatikan dengan seksama sebagai “gereja-gereja Kristus”, antara lain, yaitu:

*Pertama*

Seiring perjalanan waktu di Bumi yang dijalani hendaklah senantiasa waspada dan berjaga-jaga,  jangan ditenggelamkan oleh rutinitas kesibukan, kesuksesan, kekayaan, kemajuan zaman, kemiskinan bahkan kesusahan hidup yang dapat membuat seseorang mengabaikan dan tidak siap menghadapi saat hari yang ditentukan Tuhan itu tiba.

*”Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.”*

*”Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”*(Matius 24: 42,44)

Berjaga-jaga dapat juga berarti: Memelihara pribadi agar senatiasa kudus layak dihadapan Allah, selalu bersikap hati-hati dan waspada agar jangan tersesat, senantiasa berpedoman pada Firman Tuhan dalam menyikapi segala hal dan hidup hanya mengandalkan Allah tidak bersandar pada kemampuan diri sendiri serta kehebatan manusia(Yeremia 17:5)

 

*Kedua*

Bertekunlah dalam beribadah menjelang hari penghakiman Tuhan yang semakin mendekat, sebab ibadah sangat berguna untuk hidup sekarang maupun akan datang.

*”Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”*(Ibrani 10:25)

*”Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.”*(1Timotius 4:8)

Menekuni peribadahan atau kebaktian merupakan suatu aktivitas berdasarkan iman dibalut kerendahan hati dan diri menghadap, menyembah Allah Maha Besar. Saat setiap pribadi mengikuti ibadah itu juga menjelaskan bahwa pribadi tersebut memasuki proses pemulihan, pembaharuan jiwa, serta pendewasaan iman. Makna Persekutuan Allah dengan umat-Nya serta antar umat terealisasikan secara ritual. Terlebih dalam proses mengikuti peribadahan atau kebaktian setiap orang semakin diteguhkan iman dan pengharapan hidupnya baik untuk hari-hari ini maupun hari-hari akan datang baik melalui pemberitaan FirmanTuhan dan puji-pujian yang juga mengandung Firman Tuhan.

Baca juga  Kebiasaan Hidup yang Membawa Kebahagiaan: Memilih untuk Bersukacita

 

*KeTiga*

Dihari-hari hidup saat ini maupun akan datang menjelang hari kedatangan Yesus Kristus Tuhan hanya tinggal tiga hal utama yang senantiasa perlu dijaga serta dipelihara karena ketiga hal inilah yang sangat menentukan setiap umat Kristus berhasil memenuhi kehendak Tuhan, yaitu “Iman, Pengharapan dan Kasih”

*”Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”*(1Korintus 13:13)

Sikap hati takut akan Tuhan menjadi rumusan guna mewujudkan apa yang dituliskan dalam 1Korintus 13:13).

Teguhkan hati, kuatkan iman menyongsong *hari penghakiman Tuhan* tanpa ragu, bimbang dan resah sebab Kasih setia Yesus Kristus senantiasa menyertai dan memelihara setiap orang yang berkenan kepada DIA.

“dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. *Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman*.”(Matius 28:20b)

 

“Segala kemuliaan, kehormatan, keagungan hanya bagi TUHAN, dialah Raja segala raja di tempat Mahatinggi”

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here