Penyertaan Tuhan bagi Orang-orang Percaya

0
2806

Oleh: Pdt. Anna Vera Pangaribuan

 

 

Selamat pagi untuk kita semua, kiranya kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai kehidupan kita sekalian.

 

 

Yohanes 6:68-69, Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah. ”

 

 

Sebuah keputusan akan lahir dari kasih sayang yang dibangun dari realitas dan bukti yang nyata untuk mengikuti atau memiliki sebuah pilihan di dalam hidup. Sama halnya dengan orang yang berpacaran yang sudah begitu lama akan melahirkan sebuah keputusan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi. Hal yang sama bukan, jika kita mengalami pengalaman yang sama dengan orang yang berpacaran tentu ada sebuah keputusan yang akan ditempuh demi kepentingan bersama. Keputusan ini bukan dilatarbelakangi oleh kepentingan dari pihak luar atau pihak ketiga yang mengambil peran atau ada kepentingan lainnya disamping untuk melangkah lebih maju lagi.

 

Murid-murid Tuhan Yesus juga pernah berharap bahwa keputusan mereka yang akan menjadikan Yesus sebagai raja adalah sebuah harapan besar bagi seluruh umat. Sebab pengalaman mereka bersama Yesus sangat menyakinkan mereka akan kepemimpinan Yesus atas mereka semua dan pelayanan Yesus yang sudah menyebar dimana-mana. Tetapi bukan rencana manusia yang menjadi tetapi rencana Allah-lah yang terjadi, yaitu Yesus akan disalibkan. Melihat percakapan Yesus dengan murid-muridNya bahwa mereka akan makan darah dan tubuh Yesus, melambangkan bahwa Yesus akan menderita untuk menyelamatkan dosa manusia. Setelah mendengarkan perkataan Yesus, mereka ingin meninggalkan Yesus. Lalu Yesus bertanya: apakah kalian mau meninggalkan Aku? Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” Perkataan Simon dengan tegas menyatakan pengalaman mereka bersama dengan Yesus merupakan bukti dari keyakinan mereka kepada Yesus dan tidak akan meninggalkan Yesus. Memang kelanjutan dari teks ini Yesus menegaskan akan ada yang berkhianat kepada Yesus yaitu: Yudas Iskariot.

Baca juga  Kebiasaan Hidup yang Membawa Kebahagiaan: Memilih untuk Bersukacita

 

Pengalaman Petrus juga saat ini telah dan sedang kita alami saat ini. Sekarang apakah sikap kita sama dengan murid-muridNya yang setia kepada Yesus? Mereka setia bahkan mengikrarkan bahwa perkataan Yesus adalah kehidupan Sebab apa yang dikatakannya akan terjadi dan nyata. Sehingga tidak ada lagi keragu-raguan di dalam hati mereka untuk mengikut Yesus di dalam hidupnya. Pengalaman ini mengingatkan kita kepada kesetiaan kita kepada Yesus yang selalu menyatakan kuasanya di dalam kehidupan kita dan memelihara kehidupan kita. Tetapi apa yang kita perbuat di hadapanNya? Kita sering lupa, bahkan meninggalkannya didalam kehidupan kita masing-masing. Oleh karena itu, saudaraku mari mensyukuri dan memelihara penyertaan Allah di dalam hidup kita, sebab pengalaman itu akan menguatkan kita untuk semakin yakin akan kuasa Yesus di dalam hidup kita. Dialah Allah yang Kudus di dunia ini dan di sorga. Amin

 

HAPPY DAY

 

Selamat beraktivitas untuk kita semua

Salam Marturia

Pdt. Dr.Anna Ch Vera Pangaribuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here