Doa, Sikap dan Tindakan yang Benar dalam Menghadapi Berbagai Masalah

0
3841

Oleh: Christian T

 

*Renungan BGA (Baca Gali Alkitab)

 

*Bacaan Alkitab : Markus 1:40-45*

 

 

 

*” Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” ( Mrk 1:40c )*

 

*Syalom, sahabat-sahabat setia pembaca BGA yang terkasih dalam Kristus Yesus,*

 

Dalam pelayanan pemberitaan Injil di seluruh wilayah Galilea, Markus mencatat seorang yang sakit kusta ( tidak disebutkan namanya ) datang kepada Yesus memohon kesembuhan.

 

Penyakit kista bukan disebabkan oleh Microbacterium Leprae, tetapi disebabkan oleh jamur yang menyebabkan kulit melepuh merah. Bagi masyarakat Yahudi, penyakit ini adalah najis, sehingga mereka dikucilkan atau dengan kata lain dibuang ( sudah dianggap seperti mayat tapi hidup ).

 

*Sahabat BGA yang terkasih dalam Yesus,*

Namun ada 4 pelajaran yang dapat kita petik dari orang kusta ini, yakni :

 

1. Orang kusta ini tidak putus asa. Ia tetap berjuang untuk hidup. Hal ini dapat kita lihat, sementara kawan-kawannya yang bernasib sama ( walaupun tidak dicatat orang-orang itu, kita percaya bahwa bukan hanya dia seorang yang ada saat itu dan di tempat itu ), orang kusta ini memberanikan diri datang di tengah keramaian dan bahkan menghampiri Yesus yang sedang terkenal saat itu. Bukan tanpa resiko orang ini melakukannya. Mungkin saja ia akan dihina, diejek, diumpat, dan akhirnya diusir. Mungkin saja orang ini akan menerima bukan apa yang diharapkan, namun sakit hati akibat penolakan yang dia terima. Bukankah jikalau hal yang buruk yang tidak diharapkan yang diterimanya akan membuatnya semakin hancur dan tidak tertutup kemungkinan akan melakukan tindakan yang sangat negatif.

 

2. Orang kusta ini datang dengan iman. Ia pasti sudah mendengar dan mungkin bahkan sudah melihat hal-hal yang telah dilakukan oleh Yesus. Oleh sebab itu oleh keyakinannya itu ia memberanikan diri datang menghampiri Yesus, sambil memohon kesembuhannya. Imannya juga ditunjukkannya dengan perkataan *” kalau Engkau mau “*. Itulah suatu sikap doa yang benar, yakni tidak ada unsur pemaksaan, egoisme, dan memperlakukan Tuhan seperti pembantu yang harus mengabulkan permohonannya.

Baca juga  DUNIA TERANCAM RESESI

 

3. ” Kalau Engkau ”  mau juga menunjukkan  bahwa orang kusta ini datang dengan kesadaran bahwa ia adalah orang yang memang tidak layak, orang yang berdosa atau orang yang terkutuk dengan penyakitnya ini. Ia datang dengan merendahkan diri dan memohon belas kasihan.

4. Orang kusta ini tidak lupa dan tidak akan pernah melupakan peristiwa ini seumur hidupnya. Orang ini tahu berterimakasih dan tahu mengucap syukur. Hal ini dapat diketahui dari tindakannya yang penuh semangat menceritakan kebaikan Tuhan dan hal dahsyat yang dilakukan-Nya kepadanya. Orang kusta yang telah disembuhkan ini menjadi pemberita Injil yang penuh semangat dan antusias.

 

*Sahabat BGA yang terkasih,*

Lalu apa yang terjadi selanjutnya kepada orang kusta ini ?

 

Ternyata kehadiran dan keinginan orang kusta ini diterima dan dikabulkan. Sikap dan tindakan, terutama iman orang kusta ini yang menggerakkan hati Yesus oleh belas kasihan dan berkata kepadanya : *”Aku mau, jadilah engkau tahir.” (41)*

 

Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir (42)

 

*Sobat yang terkasih dalam Yesus,*

 

Marilah kita meneladani orang kusta ini.

 

Saat ini apa yang yang menjadi pergumulan kita ( saudara dan saya ) ?

 

Apakah masalah sakit penyakit, masalah ekonomi atau keuangan, masalah rumah tangga,  masalah relasi dengan kerabat, teman atau relasi,masalah hukum yang tak kunjung tuntas, masalah studi atau kenakalan anak-anakkah, dan masih banyak lagi segudang masalah yang sampai saat ini belum terselesaikan ?

 

Marilah kita datang kepada Yesus dengan meneladani sikap dan tindakan dari orang kusta ini. Kita harus tetap memiliki semangat juang yang tinggi, iman yang besar dan sungguh-sungguh, kerendahan hati dan merendahkan diri di kaki Tuhan Yesus sambil mohon pertolongan-Nya dan berserah penuh kepada kehendak dan kedaulatan-Nya, dan akhirnya harus memiliki sikap hati yang tahu berterimakasih dan bersyukur dengan menjadi saksi-Nya menceritakan kebaikan TUHAN yakni yang terutama dan paling utama adalah Tuhan Yesus telah menyelamatkan kita dengan mengangkat dan menebus kita dari dosa oleh kematiaan-Nya di atas kayu salib dan yang sekarang sedang menyediakan tempat di sorga untuk kita yang percaya.

Baca juga  Intip Pasar Indonesia, Protech Tawarkan Produk Ramah Difabel

 

Kiranya Tuhan Yesus menolong dan memberkati kita semua.

 

Yang percaya katakan ” Amin ”

 

Salam dan doa

Christian T

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here