Keterkaitan Iman dan Firman Tuhan

0
680

Oleh: P. Adriyanto

 

 

 

“Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus.”

*Roma 10:17*

 

Kita tahu bahwa iman adalah karunia  dari Allah, oleh sebab itu kita harus berdoa kepada Kristus Yesus yang memimpin kita dalam iman dan Dia yang membawa iman kita pada kesempurnaan (Ibrani 12:2).

Kita juga harus rajin membaca Firman yang ditulis dalam Alkitab karena Firman membangun dan memelihara iman kita.

Dulu sejak saya masih duduk di sekolah rakyat/SR (SD),  saya gemar membaca cerita silat sampai saya sudah bekerja. Uang jajan saya selalu saya belikan buku-buku cerita silat dan pada saat saya di SMP, saya dilarang oleh kakak saya untuk membaca buku tersebut. Saya terpaksa membaca di kamar kecil selama berjam-jam, sehingga ibu saya almh. menggedor-gedor pintu kamar kecil, takut saya pingsan. Ibu dan kakak saya selalu menanyakan apa manfaatnya kamu baca berjilid-jilid buku cerita silat, kan kamu tetap nggak bisa silat. Sebenarnya, satu-satunya manfaat yang saya rasakan adalah tanpa terasa kegemaran membaca sampai saat ini tetap merupakan hobi saya.

Baru mulai pertengahan tahun 2006, saya mulai coba-coba membaca Alkitab sampai saat ini.

Manfaat yang bisa rasakan adalah iman saya mulai tumbuh dan menjadi semakin kuat. Kata bijak *_better late than never_*menjadi pendorong saya.

 

Pada tahun 2008, saya mencoba menyiapkan sekitar 7 renungan rohani yang dimuat  dalam majalah mingguan Bom.Com yang diterbitkan GBI. Untuk menyiapkan satu renungan memakan waktu beberapa hari,  tidak semudah saya menulis artikel-artikel manajemen. Setelah itu saya berhenti menulis renungan dengan alasan sulit dan tidak punya waktu.

Puji Tuhan, sejak 3 tahun terakhir, Tuhan mendorong saya kembali untuk menyiapkan renungan setiap hari. Saya berani bersaksi bahwa sebelum saya mulai menulis, saya berdoa agar Roh Kudus membimbing saya untuk menyiapkan *_MEAL for the SOUL_* setiap hari dengan lancar.  Semoga rubrik ini bermanfaat bagi para sahabat yang mau membacanya.

Baca juga  TETAPLAH BERSEMANGAT

Kemauan saya untuk menyiapkan renungan adalah menurut ‘pendapat saya sendiri’ adalah perwujudan dari Firman,  *Iman tanpa perbuatan adalah mati*

dan saya harus menjadi pelaku Firman.

*”Hendaknya kamu menjadi pelaku firman  dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian, kamu menipu diri sendiri”*

*Yakobus 1:23*

 

Hakikat dari iman adalah melakukan perbuatan sesuai Firman Tuhan.

Oleh sebab itu mari kita berlomba untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang menyukakan hati Tuhan berdasarkan petunjuk-petunjuk dari Firman.

Amin.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here