Pejuang Bangsa dan Ironi Rumah Tangga

0
443

Oleh: Triyono Sigit

 

Salah satu figur inspirator hidup saya adalah *NELSON MANDELA*. Dipenjara tahun 1963-1990 (27 tahun) karena perjuangan untuk kesamaan hak bangsa Afrika Selatan.

 

Sosok ini berhasil menjadi teladan dunia dalam hal konsistensi dan keberaniannya memperjuangkan antikolonial dan antiapharteid. *Dia meraih lebih dari 250 penghargaan dan pada tahun 1993 dia mendapat hadiah Nobel Perdamaian, Medali Kebebasan Presiden Amerika Serikat dan Order Of Lenin dari Uni Soviet.*

 

Pada tahun 1994-1999 Nelson Mandela menjadi Presiden Afrika Selatan dan setelah itu dia tidak mau dipilih kembali meski mayoritas rakyat Afrika Selatan menghendakinya. Dia memilih mendirikan Nelson Mandela Foundation yang peduli kepada pemberantasan kemiskinan dan HIV/AIDS.

 

Meski hidupnya begitu menginspirasi dunia, namun dia tidak dapat menghidnar dari ironi rumah tangganya. Tahun 1957 dia tidak berhasil mempertahankan pernikahan pertamanya dengan Evelyn Ntoko Mase yang sudah dijalani selama 13 tahun.

 

Dia menikah kembali dan setelah dijalani selama 38 tahun, meski Nelson tetap mencintai Winnie Madikizela, tapi tahun 1996 mereka resmi berpisah. *Ironi kehidupan rumah tangga Nelson Mandela tidak menyurutkannya untuk terus berjuang bagi nilai-nilai kemanusiaan.*

 

Pada tahun 1999, di usia 80 tahun Nelson Mandela menikah untuk yang ketiga kalinya dengan Graca Marchel, janda dari mantan Presiden Mozambik yang meninggal karena kecelakaan pesawat di tahun 1986.

 

Pada 5 Desember 2013 Nelson Mandela wafat  di usia 95 tahun. Seluruh dunia merasa kehilangan karena kegigihan perjuangan nilai-nilai kemanusiaannya.

 

Ironi yang dialami di sepanjang kehidupan rumah tangga Nelson Mandela tidak mengurangi penghargaan dunia atas jerih lelah perjuangannya. Dia sangat dihormati dan disebut “Bapak Bangsa” di Afrika Selatan.

 

*Kontroversi dan ironi sering menjadi bagian dari para pejuang kelas dunia.*

 

Salam Damai Holistik.

“Penulis adalah Konsultan Manajemen dan Pemerhati Sosial Kemasyarakatan.”

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here