Tuhan Gembalaku Yang Baik

0
2068

 

Maz  23 : 1-6

 

1 TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. 2  Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; 3  Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. 4  Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

 

Metafora yang digunakan Daud untuk menggambarkan relasi antara Allah dengan umatNya adalah hubungan antara gembala dengan dombanya. Walaupun Daud adalah seorang raja, dia juga mantan gembala. Jadi Daud mengerti dengan baik perilaku domba yang digembalakannya dan mengerti dengan baik tugas seorang gembala.

 

Berbeda dengan binatang lainnya, domba memiliki pandangan yang buruk. Domba tidak bisa melihat jauh ke depan, jarak pandangnya buruk sekali. Itu sebabnya domba selalu berkerumun. Dengan berkumpul dalam jumlah besar membuat domba itu merasa aman.

 

Sebagian besar manusia tidak bisa memiliki jarak pandang yang jauh. Manusia hanya memiliki jarak pandang yang terbatas pada indra fisiknya. Sebagian besar manusia tidak mampu melihat menembus kepada kekekalan. Karena itu manusia butuh seorang gembala yang bisa mengarahkan dirinya kepada kehidupan kekal.

 

Allah adalah gembala bagi domba-dombaNya. Allah membimbing umatNya dengan pemeliharaanNya, dengan firmanNya dan dengan RohNya. Ia mengarahkan kita kepada situasi terbaik sesuai dengan hikmatNya. Ia mencondongkan segala perasaan dan perbuatan kita sesuai dengan perintahNya. Ia mengarahkan pandangan, jalan, serta hati kita kepada kasihNya.

 

Allah memberikan kita kedamaian di dalam hati melalui bimbinganNya. Ia memberikan kepuasan yang menjadi bagian kita. Jiwa kita berdiam dengan tenang di dalam Dia dan itulah padang yang berumput hijau. Air tenang ke tempat dimana Ia membimbing kita, memberi kita bukan hanya pengharapan yang menyenangkan, melainkan juga banyak tegukan yang menyejukkan ketika kita kehausan.

 

Allah menyediakan bagi umatNya bukan hanya makanan dan peristirahatan melainkan juga kesegaran dan kesenangan. Segala penghiburan Allah dan sukacita Roh Kudus itulah air  yang tenang ini, yang kepadanya orang-orang kudus dibimbing Allah.

 

Gembala yang baik tidak hanya memimpin tetapi juga mengawal domba-dombaNya melewati lembah kekelaman ketika mereka terancam bahaya. Dia tidak hanya mengawal mereka, tetapi juga akan menghibur mereka di saat-saat yang sangat diperlukan.

 

Mengambil keputusan untuk digembalakan Sang Gembala Agung kita merupakan hal sangat penting yang bisa kita lakukan di awal tahun 2018 ini. Membiarkan Allah menggiring kita di sepanjang 12 bulan ke depan ke titik yang dikehendakiNya merupakan tindakan percaya kita kepadaNya. Membiarkan diri kita dituntun Allah dengan FirmanNya di sepanjang 365 hari menjelang memberikan jaminan kedamaian bagi jiwa kita.

 

(Ditulis kembali berdasarkan  “Tafsiran Kitab Mazmur”  oleh  Mathew Henry].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here