Renungan Memasuki Tahun Baru 2018

0
7735

Oleh: Christian T

 

 

Hari ini adalah hari pertama kita memasuki tahun yang baru 2018. Kita patut bersyukur kepada TUHAN karena telah dan bisa memasuki tahun yang baru ini mengingat banyak diantara kita; kerabat, teman, partner bisnis dan kerja, dan rekan sepelayanan yang tidak bisa nasuk dan selain daripada itu mungkin kita memasuki tahun yang baru ini dengan masih membawa segudang masalah, cita-cita, harapan dan tujuan belum tercapai atau belum sesuai harapan dan keinginan.

 

Belum lagi situasi politik dan ekonomi baik di dalam negeri maupun global yang tidak pasti. Banyak prediksi yang mengatakan bahwa tahun ini dan tahun-tahun mendatang dunia tidak semakin baik,ancaman bencana alam, epidemi, krisis ekonomi dan ancaman peperangan khususnya pasca pengakuan Amerika atas Yerusalem sebagai ibukota Israel, perkembangan di semanjung Korea yang semakin memanas, dan resiko aksi teroris yang masih berlanjut, dan sebagainya.

 

Pendek kata masih segudang masalah yang masih terbawa dan bahkan bukan akan terselesaikan, tetapi justru semakin ruwet dan keruh dan ditambah lagi masalah-masalah baru yang tidak tertutup kemungkinan lebih berat dan parah. Khusus kita menyoroti situasi dalam negeri yang tahun ini akan menyelenggarakan pilkada serentak dan terkait dengan itu dilanjutkan dengan pemilu nasional tahun berikutnya. Situasi ini mau tidak mau, dan suka tidak suka akan membawa dampak kepada perekonomian dan kelanjutan agenda pembangunan karena harus menunggu lagi kestabilan politik dan hadirnya pemimpin dengan kebijakannya yang baru dan berbeda dengan kebijakan pemimpin yang lama.

 

Di tengah realitas ini, bagaiman kita seharusnya dan selayaknya bersikap. Apakah kita akan tetap larut dan berputar-putar pada masalah yang yang sama yang tidak terselesaikan dan bahkan tidak akan pernah selesai dan kemungkinan tambah parah jika dipikirkan dan dilanjutkan terus pada tahun ini. Bukan sebaiknya kita mencari alternatif baru, inovasi baru, dan jikalau harus meninggalkan tanpa sisa semua problem tersebut diatas. Bukankah sebaiknya kita fokus pada hal-hal yang mendatang sambil mengingat akan kebaikanTuhan selama ini dan kita tetap mempercayai bahwa Allah tetap menyertai kita dan tetap akan menyertai kita.

Baca juga  PENGURAPAN MENUJU PENOBATAN: KASUS DAUD

 

Seperti Allah menyertai Yakub dan bangsanya, Isreal sejak bahaya kelaparan melanda dunia saat itu, sampai Tuhan mengutus anaknya, Yusuf mendahuluinya ke Mesir untuk nemelihara suatu kaum pilihan-Nya yang besar ini, yakni umat Israel ( Kel 50:20 ).

 

Lalu kebaikan Tuhan ini dicatat pula oleh pemazmur, raja Daud dalam Mazmur pasal 105, yakni sebuah refleksi akan kebaikan dan penyertaan Tuhan kepada bangsa Israel sejak saat itu sampai keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian dengan berbagai mukjizat yang dilakukan  oleh Musa dan dituntunnya mereka dengan tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari, dipelihara dengan diberikannya manna dan burung puyuh, dibukanya jalan dengan membelah Laut Teberau. Mazmur inilah yang menjadi salah satu nyanyian yang dimazmurkan oleh Daud sambil menari-nari tatkala membawa Tabut Perjanjian ke Kemah-Nya di Yerusalem ( 1 Taw 15-16 ).

 

Demikianlah pemgalaman Daud dalam memenangkan peperangan  dan merebut kembali daerah dan Tabut Perjanjian yang direbut oleh bangsa Filistin baik sebelum dan sesudah menjadi raja. Kehebatan Daud mengingatkan pula kehebatan Yosua dalam memimpin bangsa Israel menggantikan Musa, menyeberangi sungai Yordan yang menjadi kering dan merebut tanah-tanah yang dijadikan Tuhan untuk diberikan kepada mereka.

 

Apa yang menjadi kunci keberhasilan Yosua dan Daud ?

 

Marilah kita pegang janji Tuhan sama seperti janji-Nya kepada Yosua  ( Yos :1-9 ) dan demikian pula kita harus seperti Daud yang hidupnya selalu melekat kepada Tuhan dan hidup mencari pekenanan Nya, yakni :

 

1. Imani bahwa Tuhan akan tetap menyertai kita dalam keadaan apapun dan Tuhan akan memberikan kemenangan menghadapi menghadapi medan pertempuran sesulit apapun, karena Tuhan adalah Allah yang tidak berdusta dan tidak lalai menepati janji-Nya.

Baca juga  Kebiasaan Hidup yang Membawa Kebahagiaan: Memilih untuk Bersukacita

 

Seperti janji Tuhan akan menyertai Yosua seperti Dia menyertai Musa, dan demikian pula sama kepada Daud. Sekalipun ada yang menganggap bahwa Allah lalai akan janji penggenapan kedatangan-Nya, namun sebenarnya Allah itu sabar dan menginginkan semua orang bertobat dengan memberikan kesempatan.

 

2. Tuhan ingin agar kita kuat dan teguh hati. Dia ingin agar kita tidak menjadi umat pecundang, penakut, mudah menyerah atau tidak memiliki daya juang yang tinggi. Untuk meraih kesuksesan atau apa yang menjadi tujuan memang memerlukan perjuangan dan daya juang yang tinggi dan yang tidak mudah menyerah atau mundur. Bagi Tuhan bahwa  sekali berjalan maju tidak ada kata mundur. Target harus dicapai dan tidak boleh ada yang tidak tercapai atau gagal sedikitpun. Inilah yang Tuhan kehendaki dari kita, yakni kemenangan iman.

 

3. Tetap fokus kepada Tuhan dan firman-NYA. Jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri. Berjalanlah lurus! Syaratnya adalah merenungkan firman Tuhan siang dan malam, supaya kita dapat bertindak hati-hati dan perjalanan hidup kita akan berhasil dan beruntung.

 

Ada banyak orang yang pandai, ahli, berani namun yang diraihnya adalah kegagalan dan bahkan kehancuran karena ketidakhati-hatian atau ceroboh, tergesa-gesa.

 

Ada banyak orang yang sudah bertindak  hati-hati, sudah dilaksanakan sesuai rencana dan strategi yang jitu dan akhirnya berhasil, namun pada hasil akhirnya hancur yang dikarenakan ketidakberuntungan.

 

Agar kita bisa mencapai semuanya itu, ada syarat yang tidak lain dan tidak bukan, dan merupakan syarat utama dan terutama dan satu-satunya adalah merenungkan firman Tuhan siang dan malam. Tinggal di dalam Kristus dan firman-Nya, setia kepada Kristus dan firman-Nya tinggal di dalam kita, artinya hidup melekat atau adanya persekutuan yang erat dengan Yesus.

Baca juga  PENGURAPAN MENUJU PENOBATAN: KASUS DAUD

 

4. Bersyukurlah dan ingatlah selalu akan penyertaan Tuhan dan kebaikannya. Jikalau memang kita merasakan dan meyakini bahwa selama ini Tuhan begitu baik dan penyertaan-Nya sempurna dalam setiap aspek kehidupan kita dan dimana pun kita berada, maka seharusnya dan sepatutnyalah kita menyakini dan selalu bersyukur bahwa Dia akan menyertai dan memelihara, serta kebaikan-Nya selalu dilimpahkan-Nya kepada kita pada perjalanan tahun 2018 yang baru sehari kita masuki dan jalani ini dan pada hari-hari mendatang dan bahkan sampai selama-lamanya. Tuhan Yesus adalah Immanuel , Allah yang beserta kita. Dan janji-Nya bahwa Dia akan menyertai kita sampai kesudahan zaman ( Mati 28:20b ).

 

Surat rasul Paulus kepada jemaat di Efesus yang berbunyi : *” dalam Dia kamu juga — karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu — di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagi kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya “. ( Ef 1:13-14 )*.

 

dan

 

Roh Kudus yang sudah diam di dalam hati kita yang sudah dilahirkan kembali menjadi ciptaan yang baru ( Rom 5:5,  2 Kor 5:17 )

 

Selamat Tahun Baru 2018 dan selamat berjuang. Tetaplah semangat di dalam Tuhan dan jangan pernah dan jangan mudah menyerah

 

Imannuel, Tuhan Yesus beserta kita dan memberkati kita, Maranatha.

 

Tering doa

Christian T

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here