Allah di Pihak yang Lemah

0
618

Oleh: Pdt. Anna Vera Pangaribuan

 

 

Syalom dan Selamat pagi  untuk kita semua, kiranya kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai kehidupan kita sekalian.

 

Yesaya 57:15, Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.

 

 

Di dunia ini tentu ada orang yang kaya dan ada orang yang miskin, ada pengusaha besar dan ada pengusaha kecil, ada yang bekerja ada juga yang pengangguran, ada yang mempunyai rumah lebih dari satu ada juga yang tidak mempunyai rumah. Perbedaan itu selalu ada di tengah-tengah kehidupan kita sejak dahulu kala hingga saat ini. Di dalam pelayanan Yesus juga sudah menolong kita memahami bagaimana perhatian Yesus kepada orang-orang yang miskin, tertindas, dijajah oleh kaum yang kuat. Begitu juga di dalam perjanjian Lama, Allah memperhatikan umatNya yang lemah dalam peperangan melawan bangsa yang kuat dan berkuasa. Namun kita perlu melihat bahwa apapun status mereka dihadapan Allah, apakah lemah, miskin, tidak berkuasa dll.  Allah selalu  memperhatikan mereka dan hadir ditengah-tengah kehidupan mereka.

 

Melalui teks pada hari ini kita diingatkan bahwa Allah hadir dalam kehidupan kita yang lemah dan tak berdaya. Disana dijelaskan bahwa Allah bersemayam di tempatNya yang Kudus dan tempat yang Mahatinggi. Memang secara keyakinan kita bahwa Allah kita yang berkuasa berada ditempat yang Mahatinggi dan Kudus, tetapi atas kuasaNya juga Dia hadir ditengah-tengah mereka yang rendah hati dan mereka yang remuk. Menghidupkan semangat orang yang rendah hati dan orang-orang yang remuk ada perhatian yang luar biasa yang dinyatakan oleh Allah akan umatNya. Ini menunjukkan bahwa Allah memperhatikan seluruh lapisan masyarakat yang ada di dunia ini secara khusus yang rendah hatinya dan orang yang remuk.

 

Saudaraku, apapun pekerjaan kita saat ini yang diberikan oleh Allah, marilah kita syukuri atas pemberian itu semua. Tetaplah rendah hati dan tidak sombong akan kekuatan kekuatan kita sendiri. Di dalam kerendahan hati akan menimbulkan kekuatan dan penghiburan dari Allah. Serendah apapun kerjaan kita saat ini, tetap semangat dan penuh sukacita, sebab Allah bersemayam disana. Mari menjauhkan diri dari sungut- sungut sebab itu akan membuka cela negatif bagi kehidupan kita. Tetap bersyukur sampai hari ini, sebab Allah bersemayam atas kita. Amin

 

Selamat beraktivitas untuk kita semua

Salam Marturia

Pdt. Anna Vera Pangaribuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here