Natal : Menjadi Anak-anak Allah

0
1265

 

Yoh 1:1-18

 

12  “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13  orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah”.

 

Penolakan sebagian besar orang Israel terhadap Yesus Kristus, Mesias yang telah mereka nantikan begitu lama adalah keironisan. Penolakan orang Yahudi terhadap pribadi kedua dari Allah Tritunggal yang telah memilih Israel menjadi bangsa pilihanNya – merupakan drama paling menyedihkan di dalam sejarah manusia. “Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya” (Yes 1:3). Orang Israel menolak kedatangan Yesus Kristus karena tidak sesuai dengan apa yang mereka bayangkan tentang sang Mesias. Mereka membayangkan sang Mesias datang dengan segala kemegahannya. Sang Mesias dibayangkan sebagai pembebas politik yang membebaskan mereka dari penjajahan Romawi. Ketika Yesus Kristus datang dengan segala kesederhanaanNya – mereka menolakNya.

 

Tetapi tidak semua orang menolak Kristus. Ada sebagian orang yang menerima Kristus. Orang-orang yang menerima Kristus dan percaya kepadaNya inilah yang disebut anak-anak Allah.

 

Menerima Kristus berarti menerima semua yang dikatakan oleh Kitab Suci tentang Kristus. Alkitab mengatakan bahwa Kristus adalah Pribadi Kedua dari Allah Tritunggal, Kristus adalah Firman Allah, Kristus adalah Raja segala raja, Kristus adalah Tuhan Keadilan kita, Kristus adalah Raja Damai, Kristus adalah Sang Juruselamat.

 

Menerima Kristus berarti percaya bahwa semua yang diajarkanNya adalah benar. Percaya bahwa hukumNya adalah adil dan kudus. Percaya bahwa tawaranNya adalah baik bagi kita.

 

Bukti bahwa kita percaya terhadap semua ajaranNya adalah menjadikan ajaranNya sebagai pemandu hidup kita, menjadikan hukumNya sebagai pagar pembatas langkah kaki kita, meresponi ajakanNya dalam bentuk tindakan nyata.

 

Orang-orang yang menerima Kristus dan percaya kepadaNya inilah yang diangkat menjadi anak-anak Allah. Orang-orang yang diangkat menjadi anak-anak Allah adalah orang-orang yang diperbaharui hidupnya. Pembaharuan hidup orang percaya inilah yang disebut sebagai kelahiran kembali. Pembaharuan hidup manusia merupakan suatu karya berdaulat dari anugerah Allah. Pembaharuan hidup ini merupakan karya Roh Kudus di dalam diri orang percaya. Tanda bahwa seseorang telah dilahirkan kembali adalah orang tersebut telah memiliki kesadaran bahwa dia hidup sepenuhnya bagi kemuliaan Allah.

 

Merayakan natal berarti memproklamirkan penerimaan kita terhadap Yesus sebagai Juruselamat pribadi kita. Merayakan natal berarti menyatakan tekad untuk menjadikan ajaran Yesus sebagai pemandu hidup kita. Merayakan natal berarti menjadikan hukum kasih – kasih kepada Allah dan kepada sesama – sebagai bahan bakar yang menggerakkan kehidupan kita.

 

 

Ditulis kembali berdasarkan “Tafsiran Injil Yohanes” oleh A.W. Pink  dan “Tafsiran Injil Yohanes” oleh Mathew Henry  serta “Tafsiran Injil Yohanes” oleh Herman N. Ridderbos.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here