TANGAN  Tuhan Menyelamatkan UmatNya

0
4925

Oleh: Pdt. Anna Vera Pangaribuan

 

 

 

Kami mengucapkan SELAMAT NATAL untuk semua saudara yang kami kasihi.

 

Yesaya 52:7-10

 

Saudara kekasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, ada satu lagu yang berjudul “tangan” dengan lirik demikian:

 

Orang yang gampang memukul, kita sebut ringan tangan

Orang yang hobbynya maling, kita sebut panjang tangan

Orang yang kita percayai, kita sebut tangan kanan. Kalau anda setuju, kita akan jabat tangan. Meraba, membelai, memberi dan memegang, Menggaruk, mencubit, memukul dan hompimpa. Tentulah menggunakan tangan.

 

Nyanyian itu menjelaskan kepada kita betapa pentingnya peranan tangan di dalam kehidupan kita, sebab tangan sangat banyak manfaatnya yang selalu digunakan pada pagi hari, siang hari dan malam hari. Sebab tangan adalah salah satu fokus kegiatan kita setiap saat. Namun apa hubungan tangan dengan teks khotbah ini? Bangsa Allah yaitu Israel yang dilepaskan oleh Allah dengan menggunakan tangan Allah sendiri, yang selama ini mereka dikuasai oleh perbudakan bangsa Babel. Itulah berita sukacita yang sangat berharga dan indah kepada UmatNya yang telah lama ditunggu-tunggu dari Allah. Keselamatan yang dari Allah diberitakan dari atas bukit yang dilalui oleh nabi Allah yang berjalan melintasi bukit dan lembah hanya untuk memberitakan damai sejatera yang dari pada Allah hingga ke bukit Sion. Disana dinyatakan bahwa Allah bangkit menjadi Raja (Ay 7), yang mempunyai maksud bahwa kerajaan Allah yang menggantikan kerajaan yang ada di dunia ini, yang sudah lama diberitakan oleh nabi Allah sejak dahulu. Mereka kembali diingatkan sebagai penghuni Yerusalem agar kiranya Yerusalem bersukacita dan bersorak-sorai sebab Allah mengampuni mereka.

Baca juga  Jangan Takut. Allah Selalu Hadir bagi Kita

 

Keselamatan yang disampaikan oleh Allah ke dunia ini membawa dunia ini kedalam pembaharuan, kepada terang, kepada kehidupan sejak dahulu kala hingga kedatangan juruselamat ke dunia ini yaitu Yesus Kristus. Itulah perayaan kita saat ini, yaitu natal yang berarti bahwa Allah turun tangan. Natal juga bermakna bahwa Allah turun tangan ke dunia, sebab tangan Allah akan memperbaiki yang kacau, tangan Allah membawa kita dari kegelapan, tangan Allah menyelamatkan kita dari kematian, tangan Allah membawa kita kepada kehidupan yang kekal. Keselamatan yang dari pada Allah sampai ke ujung dunia ini (ay 10). Sehingga natal akan berfaedah apabila dengan uluran tangan kita kepada saudara kita yang membutuhkannya, inilah yang merupakan sikap kita sebagai orang yang telah menerima uluran tangan Allah. Dengan demikian , Allah dan manusia saling berjabat tangan di dalam iman.

 

Saudaraku memaknai natal adalah sikap penerimaan kita akan juruselamat di dalam hdiup kita. Seperti topik pesta natal I ini, tangan Allah menyelamatkan umatNya. Jika kita mau menerima Yesus Kristus sebagai penyelamat hidup kita, tentu TIDAK ada lagi yang mampu menyelamatkan kita selain Yesus Kristus. Jika kita diperhadapkan dengan situasi saat ini, jika kesusahan dialami banyak manusia, misalnya akibat dari kemajuan jaman ini dipenuhi dengan teknologi yang canggih yang dapat mempengaruhi hubungan kita dengan Allah. Bisa saja hubungan kita dengan Allah hanya hubungan yang formalitas saja, rutinitas saja, seperti ibadah digereja setiap minggu misalnya. Itu bukanlah otomatis wujud dari kedekatan kita dengan Allah.Menurut Yes 59 khususnya hidup ini bukan karena tangan Tuhan kurang menjangkau, tetapi karena tangan manusia yang mengacaukan semuanya. Memaknai natal juga mengarahkan kita kepada pemberitaan injil atau berita sukacita, bukan hanya sebatas kata-kata, tetapi perlu bukti dari perbuatan.

Baca juga  Jangan Takut. Allah Selalu Hadir bagi Kita

 

Rencana untuk menjadi pemberita kabar sukacita harus tergambar dengan jelas di dalam kehidupan kita yang akan terlihat dari karakter kita. Untuk itu, marilah kita meminta kekuatan kepada Tuhan agar kita dimampukan melakukannya. Seperti doa Franciscus dari Asisi pada waktu natal: ya Tuhan, jadikan aku alat damai sejateraMu supaya aku mengasihi, dimana ada kebencian, memaafkan dimana ada saling menghina, mempersatukan, dimana ada pertentangan, menimbulkan pengharapan, dimana tidak dapat kepastian, menyalakan terang,

SELAMAT NATAL

SALAM MARTURIA

Pdt Anna Ch Vera Pangaribuan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here