Jamahlah Dia

0
441

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi

 

 

Markus 5:21-34

(21) Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau, (22) datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya (23) dan memohon dengan sangat kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.” (24) Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. (25) Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. (26) Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. (27) Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. (28) Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” (29) Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. (30) Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?” (31) Murid-murid-Nya menjawab: “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?” (32) Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. (33) Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. (34) Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”

Baca juga  FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA

 

Ke mana pun Yesus pergi, “Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya” (ay. 24). Di dalam kerumunan itu, seorang perempuan mendekati Yesus “dari belakang menjamah jubah-Nya” (ay. 27). Yesus bertanya, “Siapa yang menjamah jubah-Ku?” (ay. 30). Murid-murid-Nya menjawab, “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakkan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: siapa yang menjamah Aku?” (ay. 31).

Yesus adalah sosok yang menarik perhatian dunia sepanjang zaman, orang-orang berdesak-desakan di dekat-Nya. Para ahli filsafat menjelaskan ajaran-Nya. Para seniman membuat patung atau lukisan tentang-Nya. Ahli-ahli psikologi menjelaskan tentang kebesaran pribadi-Nya. Begitu banyak orang-orang berdesak-desakan di dekat-Nya. Tetapi kebanyakan dari mereka tidak mengalami kuasa-Nya karena tidak menjamah-Nya. Karena itu, bagi mereka, Yesus hanya pemberi ilham. Bukan sumber kekuatan dan keselamatan.

Minggu demi minggu jutaan orang berdesak-desakan di sekitar Yesus di seluruh dunia. Termasuk kita tentunya. Tetapi berapa banyak yang benar-benar rindu menjamah-Nya? Menjalin hubungan pribadi dengan-Nya?

Orang-orang menjadi tua. Selama puluhan tahun berdesak-desakan dekat Yesus. Tapi Yesus tak punya makna apa-apa baginya. Tahu banyak tentang Yesus, tapi tidak mengenal-Nya secara pribadi. Ada segelintir orang mengalami perubahan, ketika mereka rindu dan sungguh-sungguh menjamah Yesus. Hidupmereka diubahkan. Kekuatan dan kekuasaan Yesus membuat pengalaman dan perspektif mereka jadi berbeda dari sebelumnya.

Mari menjumpai Yesus, tapi jangan cuma sekedar menyembah-Nya. Datanglah kepada-Nya dan tunduklah menjamah-Nya. Undanglah Ia hadir sepenuhnya dalam kehidupan kita. Sediakan tempat paling utama di hati kita bagi kehadiran-Nya itu. Bukan cuma di hati tapi juga di rumah kita dan tempat kerja kita, bahkan di segala ruang hidup yang kita masuki. Biarkan Dia hadir dalam seluruh gerak dan kegiatan kita, maka, sungguh akan terasa bahwa hidup kita akan dialiri kuasa-Nya yang memulihkan.

Baca juga  CARILAH TUHAN MAKA KAMU AKAN HIDUP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here