Difteri Mengancam, Banyak Orang Resah

0
580

Oleh: P. Adriyanto

 

 

 

“Orang yang duduk dalam lingkungan Yang Mahatinggi dan bernaung dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata_* *_kepada  TUHAN: “tempat perlindunganku, dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercaya:*

” sungguh Dialah yang  akan melepaskan engkau dari jerat perangkap burung, dari * *penyakit sampar yang busuk.”

*Mazmur 91:1~3*

 

Puskesmas  di Jakarta Barat  belum buka, sudah ada 200 pasien yang ingin divaksinasi. Wabah penyakit difteri yang telah merenggut nyawa beberapa orang telah membuat semua orang baik kaya maupun miskin kuatir terutama yang mempunyai anak kecil.

 

Bagaimana dengan kita orang percaya? Apakah kita ikut resah atau kita tetap beriman karena Tuhan pasti melindungi dan melepaskan  kita dari wabah apapun?

Kita harus berdoa agar Tuhan melindungi kita dan anak-cucu kita dari wabah dan berdoa buat kesembuhan orang-orang yang saat ini telah/sedang terserang difteri. Tuhan juga tidak melarang kita untuk. mendapatkan vaksinasi.

 

Tuhan menghendaki kita bebas dari keresahan, kekhawatiran dan ketakutan akan segala bahaya terutama dalam situasi yang penuh ketidakpastian yang diwarnai dengan berbagai bencana alam, banjir, wabah, demo, dan lain-lain. Kita harus percaya akan janji karunia perlindungan yang sangat kokoh dari Tuhan *asal kita tinggal di dalam Dia.*

 

Tuhan berfirman agar kita tidak takut sebab Dia senantiasa menyertai kita.

*”Bukankah telah* *Kuperintahkan*

*kepadamu:* *kuatkan dan teguhkan hatimu?*  *Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu menyertai engkau.”*

*Yosua 1:9*

 

Bila kita percaya kepada Tuhan, kita tidak perlu khawatir dan takut akan apapun termasuk wabah difteri, karena  Dia adalah tempat perlindungan kita yang kokoh. Di bawah perlindungan kepak sayap-Nya, kita tidak perlu takut sekalipun gunung-gunung bergoncang.

Orang-orang yang tidak beriman, hidupnya selalu diliputi oleh kekhawatiran, stress, ftrustrasi dan depresi. Sebagai jalan keluarnya, iblis dengan senang hati membimbingnya untuk terjebak dalam berbagai kesesatan mulai dari mencari hiburan di tempat-tempat hiburan malam, mengkonsumsi narkoba dan bunuh diri. Ada pula yang agak waras otaknya, mereka pergi berkonsultasi kepada guru agama, orang pintar, psikolog sampai dokter psikiater.

Kita yang percaya kepada Kristus, akan memiliki damai sejahtera yang membebaskan kita dari segala ketakutan.

*”Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau  besertaku. “*

*Mazmur 23:4*

 

Sebagai pengikut Kristus, kita harus yakin bahwa Tuhan menyertai kita dan Dia tidak akan pernah meninggalkan kita dan selalu berjalan menyertai kita.

Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here