Tuhan adalah Gembalaku

0
539

Oleh: Pdt. Anna Vera Pangaribuan

 

 

Selamat pagi dan selamat Adven untuk kita semua, kiranya kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai kehidupan kita sekalian.

 

 

Yehezkiel 34:22, maka Aku akan menolong domba-domba-Ku, supaya mereka jangan lagi menjadi mangsa dan Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba.

 

Titipan adalah sebuah mandat yang harus dijaga dan dilakukan, apapun bentuk titipan itu tentu harus dijaga agar kita menjadi orang yang dapat dipercayai dan mempercayai. Hal ini dapat digambarkan seperti tukang parkir yang selalu menjaga sepeda motor dan mobil para tamu atau konsumen yang berkunjung ke tempat-tempat perbelanjaan. Seorang tukang/juru parkir mempunyai tanggung jawab penuh atas kendaraan yang dititipkan kepadanya untuk dijaga dari maling dan  menjaga dari  tindakan kejahatan. Menjaga ini boleh diartikan sampai pemilik kendaraan yang sah tiba untuk mengambilnya kembali dari juru parkir itu. Sama halnya dengan para pemimpin umat Allah bertugas sebagai penjaga atau pemelihara umatNya, bahasa lainnya juga sepeti gembala.

 

Nubuatan nabi Yehezkiel menyatakan bahwa Allah akan menggembalakan langsung domba-dombaNya sebab para pemimpin dombaNya tidak bertanggung jawab. Mereka hanya mengambil keuntungan dari domba itu, dagingnya, bulunya, susunya dan apa yang bisa dimanfaatkan para pemimpinnya. Jika dombanya sakit tidak diobati, jika hilang tidak mau dicari. Para pemimpin itu hanya menggembalakan dirinya sendiri bukan domba-dombaNya. Melalui nubuatan ini Allah menyatakan bahwa Dia akan menjadi gembala akan domba-dombaNya dan menjadi hakim bagi mereka. Sebab diantara mereka sudah ada yang saling merampas dan membunuh satu dengan yang lainnya demi kepentingan pribadi dan kelompok. Setelah itu, di ayat selanjutnya dijelaskan bahwa Allah memilih Daud sebagai raja atas umatNya. Ini adalah tindakan nyata agar umatNya digembalakan dengan baik dan benar.

Baca juga  Intip Pasar Indonesia, Protech Tawarkan Produk Ramah Difabel

 

Memelihara harta yang dititipkan oleh Allah kepada kita sama halnya untuk merawatnya seperti seorang gembala yang menggembalakan domba-domba dengan baik dan benar. Dari waktu ke waktu kita tentu pernah menjadi domba yang digembalakan oleh para pemimpin kita atau gembala kita. Melalui keyakinan kita kepada Allah bahwa dia adalah utusan Allah yang memelihara kita seperti dombaNya. Suatu saat nanti  atau mungkin  sekarang kita sadar atau tidak telah menjadi seorang gembala yang akan menggembalakan domba. Ingatlah suatu saat nanti kita sebagai gembala akan mempertanggung jawabkan tugas kita sebagai gembala di dalam kehidupan kita, kemudian Allah sebagai gembala kita akan menghakimi kita semuanya. Pelihara dan jagalah titipan Allah yang diberikan kepada kita saat ini agar kita memperoleh hidup yang kekal. Amin

 

Selamat beraktivitas untuk kita semua

Salam Marturia

Pdt. Anna Vera Pangaribuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here