Yesus Adalah  Satu-Satunya Pemimpin yang Punya Leadership Brand yang Luar Biasa

0
804

Oleh: P. Adriyanto

 

 

 

“Sebab untuk itulah (penderitaan Kristus) kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu supaya kamu mengikuti jejak-Nya.”

*1 Petrus 2:21*

 

 

Perusahaan yang ingin mencapai *sustainable profit and growth*(memperoleh laba dan pertumbuhan yang berkesinambungan)  harus memiliki leadership brand yang baik. Kepemimpinan sebagai merk sangat penting karena akan mencerminkan identitas perusahaan yang punya nilai-nilai yang lebih unggul daripada perusahaan pesaing.

Ada, tiga faktor yang dapat membentuk leadership brand yakni:

¹ pemimpin harus memiliki integritas, ambisi untuk mencapai sasaran, kesetiaan dan kepedulian.

² Pemimpin dapat memiliki kemampuan untuk merealisasikan sasaran yang telah ditetapkanmya.

³ Dia harus mampu melaksanakan *do the talk*yakni kemampuan untuk mengubah pengetahuan dan kompetensinya menjadi kenyataan

 

Ketiga persyaratan di atas jelas dapat dipenuhi oleh Yesus.

Yesus adalah Tuhan yang berintegritas. Yesus  menyatakan dirinya sebagai:

^ *Roti*- Akulah roti yang hidup –  Yohanes 6:31

^ *Terang* –  Akulah terang dunia – Yohanes 8:12

^ *Pintu* – Akulah pintu – Yohanes 10:9

^ *Gembala* –  Akulah gembala yang baik – Yohanes 10:11

^ *Kebangkitan dan hidup* – Yohanes 11:27

^ *Jalan, kebenaran, hidup* –  Yohanes 14:1

^ *Pokok anggur yang benar* –  Yohanes 15:1

 

Semua pernyataan tentang diri-Nya seperti di atas telah diwujudkan sepanjang hidupnya di dunia.

 

Tujuan Yesus adalah untuk menebus dosa manusia dan ini direalisasikan-Nya dengan mati di kayu salib dan pada hari ketiga bangkit dari kematian dan naik ke surga.

 

Yesus pada kenyataannya mampu mentransformasi kemampuan ilahi-Nya dengan memberi keteladanan dari hukum kasih yang diajarkan-Nya, membuat berbagai mujizat (menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, mengusir setan, memberi makan kepada 5000 orang, dll).

 

*Apakah leadership brand itu?*

Identitas yang membedakan pemimpin ditinjau dari cara berperilaku (the way to behave), menunjukkan kerendahan hati, bertindak dan bereaksi secara positif sehingga dapat menumbuhkan nilai-nilai yang menjamin kesuksesan jangka panjang.

 

Penderitaan Kristus sebagai teladan, dapat kita baca  pada 1 Petrus 2:18~25 :

° Ia tidak berbuat dosa dan tipu tidak ada  dalam mulut-Nya (ayat 22)

° Ketika dicaci-maki, Ia tidak membalas dengan  caci maki (ayat 23)

° Ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam tapi Ia menyerahkannya kepada Dia yang menghakimi dengan adil (ayat 23b)

° Ia sendiri telah memikul  dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib (ayat 24)

 

Yesus juga memberi keteladanan tentang kerendahan hati  dengan membasuh kaki para murid-Nya (Yohanes 13:5~17).

 

Kita juga harus. menjadi cermin dari Kristus  dengan mewujudkan leadership brand-Nya.

Amin.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here