Disertai, Diselamatkan dan Ditinggikan

0
687

Oleh: Pdt. Andreas Loanka

 

 

BGA dari Daniel 3:19-30

 

Keputusan iman Sadrakh, Mesakh dan Abednego membawa konsekwensi yang besar. Mereka tidak bersedia memuja dewa sang raja dan menolak menyembah patung emas yang didirikannya.  Hal itu menyebabkan raja Nebukadnezar murka, dan ia memerintahkan agar ketiga orang itu diikat dan dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.  Di dalam murkanya, raja memerintahkan agar perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari biasanya, sehingga nyala api sampai  membakar mati orang-orang yang mengangkat  Sadrakh, Mesakh dan Abednego ke perapian itu.

 

Apa yang terjadi kemudian? Manusia dapat bebuat jahat terhadap umat-Nya yang setia, namun Allah tidak membiarkan mereka sendiri di dalam menghadapinya.  Ia mau menyertai, menyelamatkan dan meninggikan orang-orang yang dikasihi dan mengasihi-Nya.

 

Mereka disertai oleh Allah yang Mahakasih. Nebukadnezar bingung dan tidak dapat percaya kepada apa yang dilihat oleh matanya. Ia memasukkan tiga orang ke dalam perapian, tetapi ia melihat ada empat orang yang berada di perapian.  Orang yang keempat itu, yang terlihat rupanya seperti anak dewa, adalah Tuhan Allah yang mengasihi mereka.

 

Mereka diselamatkan oleh Allah yang Mahakuasa. Api itu membakar tali-tali yang mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego  sehingga mereka terlepas, tetapi api itu sedikitpun tidak membakar diri mereka.  Raja melihat mereka dan Sang Ilahi berjalan-jalan bebas di dalam api itu. Keadaan mereka tetap baik-baik saja dan tidak terluka oleh api, karena Allah beserta mereka. Allah tidak membiarkan mereka tetap di dalam perapian. Digerakkan-Nya raja Nebukadnezar yang terheran-heran itu untuk memanggil mereka keluar dari perapian. Maka keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari perapian itu. Raja dan semua pembesarnya datang berkumpul dan melihat bahwa tubuh orang-orang itu tidak mempan oleh api, rambut mereka tidak hangus, jubah mereka tidak berubah apa-apa, bahkan bau kebakaran pun tidak ada pada mereka. Allah mengijinkan mereka masuk ke dalam perapian, tetapi tidak mengijinkan api itu membakar mereka.

 

Mereka ditinggikan oleh Allah yang Mahatinggi.  Peristiwa itu membuat raja Nebukadnezar memuliakan dan meninggikan Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego.  Selain itu, raja memberikan kedudukan tinggi kepada mereka. Semua itu tidak terlepas dari campur tangan dari Allah yang Mahatinggi.

 

Salam dan doa dari

Pdt. Andreas Loanka

GKI Gading Serpong

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here