Pdt. Jacobus Manuputty:  Menata Rumah Tangga Allah (Titus 1:5-11).

0
3902

 

(Bagi mereka yang terpanggil untuk melayani didalam Gereja/Jemaat).

 

Setiap organisasi sekecil apapun memerlukan penanganan yang profesional, bila ingin maju dan berkembang untuk mencapai tujuan. Apalagi didalam mengurus dan menata Rumah Tangga Allah/Jemaat Allah, tidak boleh asal jadi, asal-asalan atau asal jalan. Karena itu diperlukan pribadi-pribadi yang takut akan Allah, dengar-dengaran akan Firman-Nya dan memiliki Etika dan Moralitas yang baik. Disamping itu diperlukan pula 3(tiga)prinsip yang penting dari orang-orang yang mau melayani, al :

 

1. Memiliki KREDIBILITAS : yaitu orang-orang yang dapat dipercaya/kredibel, bisa dipegang kata, sikap dan lakunya. Ucap katanya bisa dipegang dan dirinya bisa diharapkan dalam berbagai hal karena kredibel, bisa dipegang omongannya serta dirinya dapat diandalkan.

2. Memiliki KAPABILITAS : punya kemampuan dan kompetensi di bidangnya masing-masing, memiliki skill/ketrampilan yang mumpuni, kuasai detail pekerjaan. Kapabel artinya mampu atasi masalah(problem solver), bukan pembuat masalah atau suka car-cari masalah, dan mampu bekerjasama/teamwork.

3. Memiliki INTEGRITAS DIRI : pribadi yang utuh, muka belakang sama, ya katakan ya dan tidak katakan tidak, bukan kepribadian ganda yang lain dimulut lain dihati, bukan pribadi yang “jarkoni” bisa ngujar tetapi tak bisa lakoni, karena mereka punya harga diri dan rasa malu kepada Tuhan dan manusia.

 

Karena itu Rasul Paulus menuangkan secara rinci dan brilian serta menugaskan Titus anak rokhaninya, untuk melakukan penatalayanan Rumah Tangga Allah yang diuraikan didalam 2 Tupoksi(Tugas Pokok dan Fungsi) serta 15 kriteria mutlak yang harus dimiliki oleh para pekerja/pelayan Rumah Tangga Allah. Dua Tupoksi itu ialah ” Mengatur dan Menetapkan “(ayat 5) :

 

1. Mengatur Rumah Tangga Allah/jemaat Tuhan di Kreta. Ini fungsi manajerial untuk memanage pekerjaan Allah dengan baik dan teratur, tidak asal jadi, asal-asalan atau asal jalan. Itu sikap orang bodoh dan pribadi orang malas atau pelayan yang tidak setia kepada Tuannya atau Tuhan.

Baca juga  GEREJA 57 SEN

2. Menetapkan para penatua : Ini fungsi Kepemimpinan dimana pemimpin itu bukan hanya bicara dan menghimbau, tetapi harus punya kualitas memimpin dan mengambil keputusan untuk mengatur dan menetapkan dalam sebuah kebijakan yang prima, teratur, berhasil guna dan berdaya-guna.

 

15(lima belas) Kriteria ialah(ayat 6-8) : 1 sampai 8 hal negatif, sedangkan 9 sampai 15 hal positif.

1. Orang-orang yang tidak bercacat : bersih diri, bersih hati, bersih lidah/mulut, dan bersih tindak/laku.

2. Punya hanya satu isteri : bukan tukang selingkuh atau begundal murahan yang tidak setia pada janji.

3. Anak-anaknya harus ber-Iman : bukan bermasalah dan pembuat onar yang memalukan diri pelayan.

4. Tidak angkuh/sombong : karena sikap angkuh tidak sesuai dengan nama dan fungsi sebagai pelayan.

5. Bukan pemberang : suka emosional, suka meluapkan emosi tanpa kendali tanpa tau diri dan tempat.

6. Bukan peminum : suka mabok-mabokan sampai lupa diri dan lupa daratan padahal ada di darat.

7. Bukan pemarah : sedikit-sedikit marah, marah tanpa alasan yang jelas, marah tanpa tau arah.

8. Tidak serakah : gemar harta bukan miliknya, gemar uang berlebihan sampai lupa itu uang gereja.

9. Suka Beri Tumpangan : bukan hanya tempat, tetapi hidupnya jadi tumpangan tempat orang mengadu.

10. Suka Kebaikan : semua yang baik itu jadi kesukaannya, sedangkan kejahatan dijauhkannya.

11. Bijaksana : suka beri solusi, penuh pengertian, bisa membedakan baik dari yang buruk.

12. Adil : memperlakukan semuanya sama secara seimbang, dan tidak suka membeda-bedakan.

13. Saleh : ber-Iman, rajin ber-Ibadah, bukan tipe Farisi yang luarnya saleh tetapi munafik didalamnya.

14. Kuasai Diri : dapat mengatur diri dengan baik sehingga tahu mana yang baik dan mana yang buruk.

15. Suka Berkata Benar : karena berpedoman pada ajaran yang sehat, dan tidak suka berkata bohong.

Baca juga  GEREJA 57 SEN

 

Mengapa semua ketentuan dan kebijakan ini perlu didalam menata-layani Rumah Tangga Allah, karena memang Tuhan adalah Allah yang tertib yang menghendaki keteritiban. Juga karena ada banyak orang yang hidup tidak tertib, omongannya suka mengacaukan karena masih pegang aturan yang sudah basi, tidak punya relevansi dengan kehendak Tuhan dan tuntutan zaman, alias out of date dan out of context.(ayat 10, 11).

 

Selamat Melayani di ladang Tuhan dengan setia! Gb!   jm.  191117.

(Berbagi pikir itu baik untuk kita saling menopang dalam melayani).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here