Garis Besar Panduan Pelaksanaan Kerja Bagi Pejabat Baru: Bagian 1

0
211

Oleh: P. Adriyanto

 

 

Catatan:

*Yang saya maksud dengan pejabat adalah orang-orang yang menduduki jabatan manajerial, mulai dari manager, general manager, sampai CEO dan president director*

 

 

Seringkali penggantian pejabat dianggap hal yang biasa, sehingga merasa cukup bila dilakukan *fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan)* dan orientasi di organisasi/sub organisasi di mana mereka akan ditugaskan plus upgrading seperlunya.  Yang lebih parah adalah, perusahaan belum siap dengan calon pengganti dalam hal penggantian dilakukan secara mendadak akibat pejabat meninggal, berhenti mendadak karena sakit, melakukan tindak kriminal, dll. Akibatnya, penggantian pejabat tersebut mengalami kegagalan.

Disinilah letak pentingnya *manpower planning dan grooming program.*

Fit and propet test yang telah diikuti oleh calon pejabat tidak menjamin bahwa ia pasti akan berhasil dalam menjalankan  jabatannya,  karena :

#  ia tidak tahu persis kondisi lingkungan kerja yang berpengaruh terhadap kinerjanya (potensi pasar, kondisi persaingan, dll).

 

# belum mengenal sikap mental, karakteristik dan potensi serta kompetensi orang-orang yang nantinya langsung di bahwa koordinasinya dan para karyawannya.

 

# belum mengetahui budaya kerja yang juga berpengaruh terhadap  kepemimpinan pejabat baru.

 

Calon pejabat juga harus tahu sebelumnya bagaimana kondisi organisasi/unit organisasj yang akan dipimpinnya yang pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi empat kondisi sebagai berikut :

 

^ *Start-up*(memulai operasi yang sama sekali baru)

Para calon pejabat yang akan ditempatkan di organisasi/sub unit orgsnisasi ini, harus mempunyai pengalaman tentang pendirian perusahaan mulai dari nol. Dia harus memiliki kemampuan untuk melakukan riset pasar, memahami aspek-aspek demografi, melakukan pendirian terhadap potensi dan kondisi perekonomian daerah, persaingan, karakter konsumen, pasar tenaga kerja, business area, dll.

Baca juga  TUNDA SAHKAN RUU PKS: NEGARA ABAI

 

^ *Turnaround* (perubahan misi, nilai-nilai, sasaran, policy dan strategi,  karena yang lama dinilai gagal). Calon ini harus memiliki track record yang menunjang misi yang akan dilaksanakannya. Calon  harus memiliki kompetensi, bukan saja dalam strategic management atau balanced scorecard, tapi juga punya kemampuan untuk mendobrak tatanan management orgsnisasi sebelumnya dan mempunyai kemampuan membangun nilai-nilai orgsnisasi yang baru. Ia juga harus mampu meredam resistensi dari para karyawan dan menumbuhkan inspirasi serta motivasi kerja yang tinggi.

Calon pejabat baru ini, harus punya kemampuan untuk melakukan *environmental scanning*untuk mendeteksi adanya/perlunya melakukan perubahan-perubahan artikel seperti *Disruption.* (ulasan tentang Disruption akan saya lakukan di belakang).

 

 

^ *Realignment*

(penyetelan kembali, seperti men-tune up mobil yang kondisinya tidak baik).

 

^ *Sustaining success*

(mempertahankan keberhasilan yang berkesinambungan). Kadang mempertahankan sesuatu yang sudah baik,  lebih sulit dari pada merintis suatu keberhasilan, karena:

^ keberhasilan hari ini, tidak menjamin keberhasilan esok.

 

^ Pengganti/successor belum pasti mempunyai kompetensi, strategi, values, semangat, kemampuan mental yang sama dengan orang yang digantinya/predecessor, walaupun secara umum, dia lebih pandai.

Satu hal lagi, dukungan dan penerimaan (acceptency) dari para karyawan, belum pasti sama.

 

^ Perubahan lingkungan bisnis yang sangat cepat.

 

 

Di samping para calon pejabat ini harus memiliki kemampuan manajerial dan pengalaman yang memadai, mereka juga harus membekali dari dengan kemampuan digital technology, walaupun perusahaan mampu menghire konsultan.

 

Bersambung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here