“Hina Dipandangan Manusia, Mulia di tangan Tuhan”

0
1174

 

Oleh: Herry Oktavianus

 

“Tetapi janganlah kamu mengikat perjanjian dengan penduduk negeri ini; mezbah mereka haruslah kamu robohkan. Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku. Mengapa kamu perbuat demikian?”

“Lagi Aku telah berfirman: Aku tidak akan menghalau orang-orang itu dari depanmu, tetapi mereka akan menjadi musuhmu dan segala allah mereka akan menjadi jerat bagimu.”

 

*”BOKHIM”* adalah sebutan untuk sebuah tempat di Kanaan, dimana umat keturunan Abraham, Ishak dan Yakub mengungkapkan tangisan pilu menyayat hati dengan derai air mata serta penyesalan jiwa dihadapan *Allah Mahabesar* ( Hakim-hakim 2:2-5).

Beginilah awal kisah penderitaan hidup dialami umat Israel sejak setelah Yosua dan orang-orang setelah segenerasinya sudah tiada di tengah-tengah mereka (Hakim-Hakim 2:6-11).

Melalui kitab Hakim-Hakim terdiri dari 21 pasal secara garis besar ingin menjelaskan bahwa “Betapa Sengsara dan Menderitanya bila Allah memalingkan Wajah-Nya dari umat yang tidak setia mentaati Kehendak-Nya”.

Secara theologis dapat dipahami makna *Allah Mahabesar* adalah menyatakan bahwa *Allah adalah Maha*: Pencipta, kudus, pemelihara, agung, pengampun, pengasih, murka, penyembuh, ajaib, pemberi, baik, mendengar, melihat, mengetahui, penyelamat, pelindung dsb. *Kemahabesaran kasih Allah serta kesetiaan janji-Nya pada Abraham, Ishak dan Yakub maka Allah mengutus para Hakim di tengah-tengah umat Israel yang berada diantara orang-orang Kanaan (Het, Amori,  Feris, Hewi dan Yebus)*.

Melalui orang-orang gagah perkasa (Hakim-Hakim) yang ditentukan-Nya inilah cara Allah menolong dan membela umat-Nya dari musuh-musuhnya.

 

“Dilahirkan dalam kandungan seorang perempuan sundal, hidup tanpa sentuhan kasih sayang.”

“Rasa iba, kepedulian bahkan kebaikan tiada pernah dirasakannya.”

“Terhina, terbuang dan menjadi petualang dalam rimba kejahatan, tiada seorangpun menyangka jika tangan ALLAH memuliakannya”

*Yefta* salah seorang Hakim yang dipakai Allah untuk menyatakan kehadiran dan Kemahakuasaan-Nya dihadapan umat Israel. Bagai sebutir berlian yang terendap didasar lumpur demikianlah *Yefta* seorang anak manusia terhina dan terbuang, dipilih dan dimuliakan Allah diantara manusia-manusia yang menganggap dirinya mulia.(Hakim-Hakim 11:1-11)

Baca juga  Intip Pasar Indonesia, Protech Tawarkan Produk Ramah Difabel

“Dapatkah manusia mereka-reka dan mengetahui segala rencana dan kehendak Allah?”

Kemahabesaran Allah dapat dilihat, dirasakan bahkan diteliti oleh manusia. Bulan, Bintang, Matahari, samudera dengan segala isinya bahkan diri manusia adalah wujud dari kemahabesaran Allah yang nyata dihadapan kita, akan tetapi apa yang menurut manusia bukanlah seperti menurut Allah.

Ada rahasia, *”Mengapa Allah berkenan memilih dan menghendaki Yefta?”*

*Bila direnungkan*, “Mengapa Allah berkenan  memilih dan menghendaki Yefta?”, melalui peristiwa ini kita belajar memahami, bahwa:

*Pertama:*

Allahlah yang menentukan segala sesuatu di bawah Matahari, tidak ada yang lain. Apa dan bagaimanapun keadaan diri dan hidup seseorang bahwa Allah sanggup menjadikan yang tidak mungkin menjadi mungkin. Allah mampu mengubah keadaan hidup setiap orang bahkan yang hina menurut pandangan manusia sekalipun, sebab DIAlah yang menentukan segala yang dijadikan-Nya.

*Kedua:*

Allah melihat *”hati”* seseorang bukan  kehebatan, kelemahan, kecerdasan, kebodohan, status sosial seseorang. Apa dan bagaimanapun keadaan diri seseorang, Allah senantiasa berkenan dan sanggup menjadikannya luar biasa ditangan-Nya.

*Ketiga:*

Yefta merupakan bahasa simbol yang menyatakan, bahwa: *”Begitu besar kasih Allah kepada setiap orang-orang berdosa”* Yefta diutus untuk menyelamatkan dan membebaskan umat-Nya yang telah berdosa dari kebinasaan yang datang dari musuh-musuhnya. Demikian juga melalui Yesus Kristus, Allah menyatakan Kasih yang mahabesar dan ajaib bagi keselamatan manusia-manusia berdosa(Yohanes 3:16-18).

 

“Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan” (Mazmur 9:9)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here