Jangan Terbawa Arus Dunia

0
1750

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi

 

Ibrani 2:1-4

(1) Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus. (2) Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal, (3) bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan (4) Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karunia Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.

 

“Peringatan” merupakan hal yang sangat diperlukan dalam hidup manusia, karena tanpa “peringatan”, maka manusia akan hidup seenaknya dan pasti akan mengantar manusia itu pada sebuah kehancuran. Peringatan harus ada dalam kehidupan manusia, supaya manusia dapat waspada atau mawas diri dalam kehidupan ini. Contoh: “Awas ada lubang di depan, jangan lewat ke situ, nanti kamu jatuh. Atau, “awas ada batu besar di depan, jangan sampai kamu tersandung”, dan sebagainya. Ini peringatan sederhana, tapi kalau disepelekan atau tidak diindahkan maka orang pasti akan jatuh atau mengalami masalah.

Hal “mewarisi keselamatan” merupakan sesuatu hal yang penting dalam kehidupan orang percaya. Namun, ada hal-hal yang harus diperhatikan atau diingat oleh kita. Dan, mulailah dengan “teliti”  terhadap segala sesuatu yang didengar. Ketelitian merupakan sesuatu hal yang akan mengantar kita supaya terhindar dari kesalahan. Ketelitian akan mengantar kita supaya tidak bentrok atau berselisih dengan orang lain. Ketelitian menurut perikop saat ini adalah supaya kita jangan hanyut dibawa arus dunia.

Supaya kita jangan hanyut dibawa arus, menggunakan kata kerja bahasa Yunani pararreo. Kata ini menggambarkan bahaya yang kita semua mungkin hadapi. Kata ini dalam sastra Yunani dipakai untuk menggambarkan beberapa cerita:

Cincin yang terlepas dan jatuh dari jari

Rakit yang terhanyut melewati tempat penambatan

Pecahan makanan yang tertelan/menyumbat tenggorokan

Suatu hal yang tidak layak terlanjur disebutkan

 

Memang belum rugi rasanya kalau cincin yang terlepas dari jari lalu jatuh dalam sebuah ruangan. Tapi kalau cincin itu masuk ke dalam jurang, sayang sekali bukan? Belumlah berbahaya kalau rakit terbawa arus dan masih bisa dikendalikan. Tetapi akan sangat berbahaya kalau rakit hanyut ke kawasan berarus kencang dan sulit dikendalikan lagi. Dengan gambaran-gambaran ini, penulis mau menjelaskan bahwa pada awalnya bahaya itu tidak terasa, tetapi jika dibiarkan orang bisa terlanjur masuk ke dalam bahaya itu yang sesungguhnya.

Banyak orang yang meninggalkan imannya, sesungguhnya tidak terjadi seketika. Mula-mula mereka hanya ingin mangkir saja dari ibadah atau tugas pelayanan (bagi mereka yang mengemban jabatan pelayanan). Lama-kelamaan mereka tidak aktif lagi. Mereka tidak berdoa lagi seperti semula. Tidak menyukai lagi Firman Tuhan. Tidak masalah kalau pada suatu hari ia tidak sempat berdoa. Masalahnya muncul kalau hal itu menjadi pola, dan ia mulai tidak berdoa lagi. Ini akan menjadi masalah serius. Karena itu, jagalah kesetiaan beriman setiap hari.

Apa yang kita dengar dan yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan adalah suatu berita yang sama, yaitu “keselamatan” yang bukan hanya telah disampaikan sendiri oleh Tuhan dan diteguhkan oleh mereka yang mendengarkannya, melainkan juga Tuhan sendiri ikut bersaksi lewat tanda-tanda dan mujizat-mujizat. Jadi, janganlah menyia-nyiakan atau menganggap enteng keselamatan yang sebesar itu. Tuhan Yesus sendiri telah memberitakan kemenangan-Nya dan keterlibatan kita dalam kemenangan-Nya itu. Dalam Mat. 5:3-10 dan 2 Tim. 4:8 dengan sangat jelas dan tegas mengatakan bahwa mahkota kebenaran dijanjikan bagi semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Hidup di dunia yang cepat berubah ini kita dituntut harus selalu waspada dan hati-hati. Kalau tidak, maka kita mudah jatuh. Kita gampang diombang-ambingkan oleh arus yang semakin deras di dunia ini.  Dalam situasi seperti ini, Tuhan selalu datang mengingatkan kita. Banyaklah peringatan-peringatan-Nya yang diberikan setiap saat. Saudaraku, dengarkanlah penringatan-peringatan-Nya itu, supaya kita terjerumus dan jatuh dalam “jurang-jurang” kebinasaaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here