Kuasa dan Kerajaan Allah

0
819

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi

 

 

Daniel 4:1-27

(1) Dari raja Nebukadnezar kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang diam di seluruh bumi: “Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! (2) Aku berkenan memaklumkan tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang telah dilakukan Allah yang maha tinggi kepadaku. (3) Betapa besarnya tanda-tanda-Nya dan betapa hebatnya mujizat-mujizat-Nya! Kerajaan-Nya adalah kerajaan yang kekal dan pemerintahan-Nya turun-temurun! (4) Aku, Nebukadnezar, diam dalam rumahku dengan tenang dan hidup dengan senang dalam istanaku; (5) lalu aku mendapat mimpi yang mengejutkan aku, dan khayalanku di tempat tidurku serta penglihatan-penglihatan yang kulihat menggelisahkan aku. (6) Maka aku mengeluarkan titah, bahwa semua orang bijaksana di Babel harus dibawa menghadap aku, supaya mereka memberitahukan kepadaku makna mimpi itu. (7) Kemudian orang-orang berilmu, ahli jampi, para Kasdim dan ahli nujum datang menghadap dan aku menceritakan kepada mereka mimpi itu, tetapi mereka tidak dapat memberitahukan maknanya kepadaku. (8) Pada akhirnya Daniel datang menghadap aku, yakni Daniel yang dinamai Beltsazar menurut nama dewaku, dan yang penuh dengan roh para dewa yang kudus. Lalu kuceritakan kepadanya mimpi itu: (9) Hai Beltsazar, kepala orang-orang berilmu! Aku tahu, bahwa engkau penuh dengan roh para dewa yang kudus, dan bahwa tidak ada rahasia yang sukar bagimu! Sebab itu inilah riwayat penglihatan mimpi yang kudapat, maka ceritakanlah kepadaku maknanya. (10) Adapun penglihatan yang kudapat di tempat tidurku itu, demikian: di tengah-tengah bumi ada sebatang pohon yang sangat tinggi; (11) pohon itu bertambah besar dan kuat, tingginya sampai ke langit, dan dapat dilihat sampai ke ujung seluruh bumi. (12) Daun-daunnya indah, buahnya berlimpah-limpah, padanya ada makanan bagi semua yang hidup; di bawahnya binatang-binatang di padang mencari tempat bernaung dan di dahan-dahannya bersarang burung-burung di udara, dan segala makhluk mendapat makanan dari padanya. (13) Kemudian dalam penglihatan yang kudapat di tempat tidurku itu tampak seorang penjaga, seorang kudus, turun dari langit; (14) ia berseru dengan nyaring, demikian katanya: Tebanglah pohon itu dan potonglah dahan-dahannya, gugurkanlah daun-daunnya dan hamburkanlah buah-buahnya! Biarlah binatang-binatang lari dari bawahnya dan burung-burung dari dahan-dahannya! (15) Tetapi biarkanlah tunggulnya tinggal di dalam tanah, terikat dengan rantai dari besi dan tembaga, di rumput muda di padang; biarlah ia dibasahi dengan embun dari langit dan bersama-sama dengan binatang-binatang mendapat bagiannya dari rumput di bumi! (16) Biarlah hati manusianya berubah dan diberikan kepadanya hati binatang. Demikianlah berlaku atasnya sampai tujuh masa berlalu. (17) Titah ini adalah menurut putusan para penjaga dan hal ini menurut perkataan orang-orang kudus, supaya orang-orang yang hidup tahu, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, bahkan orang yang paling kecil sekalipun dapat diangkat-Nya untuk kedudukan itu. (18) Itulah mimpi yang telah kudapat, aku, raja Nebukadnezar; sekarang engkau, Beltsazar, katakanlah kepadaku maknanya, sebab semua orang bijaksana dari kerajaanku tidak dapat memberitahukan maknanya kepadaku; tetapi engkaulah yang sanggup, karena engkau penuh dengan roh para dewa yang kudus!” (19) Lalu berdirilah Daniel yang namanya Beltsazar, tercengang beberapa saat, pikiran-pikirannya menggelisahkan dia. Berkatalah raja: “Beltsazar, janganlah mimpi dan maknanya itu menggelisahkan engkau!” Beltsazar menjawab: “Tuanku, biarlah mimpi itu tertimpa atas musuh tuanku dan maknanya atas seteru tuanku! (20) Pohon yang tuanku lihat itu, yang bertambah besar dan kuat, yang tingginya sampai ke langit dan yang terlihat sampai ke seluruh bumi, (21) yang daun-daunnya indah dan buahnya berlimpah-limpah dan padanya ada makanan bagi semua yang hidup, yang di bawahnya ada binatang-binatang di padang dan di dahan-dahannya bersarang burung-burung di udara – (22) tuankulah itu, ya raja, tuanku yang telah bertambah besar dan kuat, yang kebesarannya bertambah sampai ke langit, dan yang kekuasaannya sampai ke ujung bumi! (23) Tentang yang tuanku raja lihat, yakni seorang penjaga, seorang kudus, yang turun dari langit, sambil berkata: Tebanglah pohon ini dan binasakanlah dia, tetapi biarkanlah tunggulnya ada di dalam tanah, terikat dengan rantai dari besi dan tembaga, di rumput muda di padang, dan biarlah ia dibasahi dengan embun dari langit dan mendapat bagiannya bersama-sama dengan binatang-binatang di padang, hingga sudah berlaku yang demikian atasnya sampai tujuh masa berlalu – (24) inilah maknanya, ya raja, dan inilah putusan Yang Mahatinggi mengenai tuanku raja: (25) tuanku akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggal tuanku akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepada tuanku akan diberikan makanan rumput, seperti kepada lembu, dan tuanku akan dibasahi dengan embun dari langit; dan demikianlah akan berlaku atas tuanku sampai tujuh masa berlalu, hingga tuanku mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. (26) Yang dikatakan tentang membiarkan tunggul pohon itu, berarti: kerajaan tuanku akan kembali tuanku pegang segera sesudah tuanku mengakui, bahwa Sorgalah yang mempunyai kekuasaan. (27) Jadi, ya raja, biarlah nasihatku berkenan pada hati tuanku: lepaskanlah diri tuanku dari pada dosa dengan melakukan keadilan, dan dari pada kesalahan dengan menunjukkan belas kasihan terhadap orang yang tertindas; dengan demikian kebahagiaan tuanku akan dilanjutkan!”

Baca juga  Mari Bersaat Teduh Setiap Malam Bersama Revivo

 

Mimpi adalah bunga tidur, yang bisa membawa perasaan senang, namun terkadang juga bisa mendatangkan perasaan gelisah, sedih dan takut bagi orang-orang yang mengalaminya. Mimpi terkadang juga dipakai oleh Allah, untuk mengetuk pintu hati manusia yang keras dan memberitahukan hal-hal yang akan terjadi dalam kehidupan ini.

Raja Nebukadnezar yang sudah tahu siapa itu Allah, namun tidak meyakini kuasa dan kerajaan sorga, di buat oleh Allah untuk melihat dalam mimpinya tentang sebuah pohon yang sangat besar, kuat, dan tinggi, sehingga dapat dilihat sampai ke ujung bumi. Pohon itu daunnya sangat indah, buahnya berlimpah-limpah dan dibawahnya ada makanan untuk semua yang hidup (ay. 10-12). Namun, pohon itu juga mempunyai seorang penjaga yang pada saat dilihat, turun dari langit dan menyuruh untuk menebang pohon itu, memotong dahan-dahannya, menggugurkan daun-daunnya dan menghamburkan buah-buahnya (ay. 13-17). Semua yang dilihat dalam mimpi ini membuat raja begitu gelisah dan sangat takut. Dia sudah memanggil semua orang-orang yang bijaksana dalam kerajaan Babel, tapi tidak satupun yang bisa memaknakan mimpinya itu. Makanya, Daniel yang katanya “kepala orang-orang berilmu” (ay. 9) menghadap raja yang ingin mendengar dan  memberitahukan makna mimpi itu baginya.

Daniel memberitahukan raja bahwa semua kejayaan, kekuasaan dan kekayaan yang dia miliki akan segera diambil dari padanya, karena dosa dan kesalahan yang dibuat untuk Allah dan sesama. Allah yang Mahatinggi sudah memutuskannya, karena Dia yang berkuasa atas kerajaan manusia dan, yang berhak untuk memberikannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya.

Namun,  semua itu bisa berubah menjadi kebahagiaan bagi Nebukadnezar, asal dia mau melepaskan dirinya dari dosa dengan melakukan keadilan, dan menjauhkan dirinya dari kesalahan, dengan menunjukkan belas kasihnya kepada orang-orang yang tertindas.

Baca juga  PENANTIAN MEMBUAHKAN PENGHARAPAN

Itu berarti, Allah tetaplah Allah yang penuh kasih dan berkat.  Kuasa dan kerajaan-Nya  telah nyata dalam kehadiran Yesus Kristus, Anak-Nya, di dunia ini.  Karena itu,  lakukanlah keadilan dan belas kasihan kepada semua orang dalam hidup ini, sebab itulah tanda  kita memproklamirkan kuasa dan kerajaan Allah yang kuat dan hebat dalam hidup ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here