Maukah Anda Menjadi Juara Dalam Pertandingan Iman?

0
802

Oleh: P. Adriyanto

 

“Aku telah mengakhiri  pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”

*2 Timotius 4: 7*

 

Sebelum rasul Paulus dipenggal kepalanya, ia telah banyak mengalami penderitaan di penjara. Namun imannya tidak pernah surut dan ia menyadari bahwa penderitaan itu merupakan konsekuensi  bagi setiap hamba Tuhan.

Paulus memberi nasehat kepada kita bahwa bila kita ingin mencapai *garis finish,* kita harus melupakan apa yang ada di belakang kita dan fokus pada apa yang ada di hadapan kita.

*”Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk  memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”*

*Filipi 3:13~14*

 

Kita bukan rasul dan tidak sedang di penjara atau dalam penderitaan, apakah kita juga harus mengikuti pertandingan iman??.

Dalam keterbatasan pengetahuan saya tentang kepercayaan yang telah Kristus ajarkan, saya berani mengatakan bahwa kita masing-masing sebenarnya juga *terpenjara* oleh dosa-dosa kita. Oleh sebab itu, kita juga harus ikut berlomba dan dengan sekuat tenaga harus mencapai garis finish.

Tidak jarang banyak di antara kita yang gagal di tengah jalan karena tidak pernah berlatih untuk menguatkan iman mereka. Sekali gagal, mereka tidak punya semangat untuk bangkit kembali padahal  Tuhan siap menopang tangan mereka agar tidak terjatuh.

*”Apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tangannya.”*

*Mazmur 37:24*

 

Mereka selalu menoleh ke belakang untuk mengingat-ingat kegagalan mereka.

 

Agar kita dapat mencapai garis finish, kita harus menanggalkan semua beban dosa kita dan hati kita harus tertuju kepada Kristus.

Baca juga  YESUS TETAP SETIA 

Lupakan dosa-dosa yang telah kita perbuat walau merah seperti kirmizi sekalipun, karena Tuhan dengan kasih karunia-Nya telah mengampuni dan menyelamatkan kita

(baca Efesus 2:8~9)

Walau kita telah diselamatkan, kita tidak boleh berbuat dosa dalam proses berlari untuk mencapai garis finish. Jangan seperti Ben Johnson, atlit Olympiade yang dicopot medalinya karena terbukti melakukan doping.

 

Kita juga harus tahu persis kemana kita harus berlari, di mana garis finish tersebut. Jadi jangan asal berlari membabi-buta. Garis finish yang harus kita capai adalah jalan menuju keselamatan. Dan, Yesus adalah satu-satunya jalan menuju kepada Allah yang menjamin keselamatan kita.

*”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”*

*Yohanes 14: 6*

 

Kita harus berusaha memanfaatkan peluang (hidup) yang telah Tuhan berikan buat kita. Kita harus bertanding dengan sungguh-sungguh dan yakin bahwa kita telah memperoleh mahkota kehidupan.

Amin.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here