Tuhan Tidak Berkenan Kepada Orang-Orang yang Tidak Tahu Bersyukur

0
672

Oleh: P. Adriyanto

 

 

 

*Bersyukurlah kepada TUHAN sebab Ia baik!   Bahwasanya untuk selama-lamanya  kasih setia-Nya*

*Mazmur 136:1~3*

 

Presiden Joko Widodo selama tiga tahun pemerintahannya, telah menorehkan banyak prestasi untuk kemakmuran bangsa. Di antara prestasi tersebut yang dapat diketengahkan di sini adalah pembangunan berbagai infrastructure sebagai landasan untuk mendongkrak perekonomian nasional; pembubaran PETRAL sehingga dapat menghemat anggaran 250 M/hari; meraih peringkat pertama tingkat kepercayaan masyarakat  berdasarkan hasil survey Gallop World Poll; terpilih sebagai pemimpin terbaik di Asia-Australia versi Bloomberg (2016). Jokowi berada di atas presiden Tiongkok Xi Jinping, PM Jepang Shinziro Abe, PM India, PM Korsel, Presiden Filipina, PM Malaysia dan PM Australia.

Daya saing Indonesia meningkat dari posisi  41 menjadi 36 (2017~2018) sesuai Global Competition Index.

 

Namun sangat disesalkan bahwa cukup banyak orang-orang yang sirik, yang tidak ikut bersyukur dengan kemajuan bangsa, malah memberi kritik negatif dan cemooh, di antaranya:

√ Modal jumbo hasil minimalis. Hasil sangat minim ditinjau dari GINI ratio dan jumlah penduduk miskin.

√ Yang menonjol dari pemerintahan Jokowi-JK hanyalah hutang negara yang melangit (10 kali hutang yang dibuat SBY selama 10 tahun dan 3 kali hutang yang dibuat pemerintahan Megawati selama 3 tahun).

 

Tuhan menginginkan kita selalu bersyukur dan menerima apa yang telah kita terima.

¹ *”Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu kepada Allah”*

*Efesus 6:20*

 

² *”Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah.”*

*1 Tesalonika 5:18*

 

Tuhan mencintai Indonesia, namun dengan cukup banyaknya orang-orang yang tidak pernah bersyukur atas anugerah yang diberikan -Nya, boleh jadi Tuhan menunda kesejahteraan yang kita idam-idamkan yakni keadilan dalam kemakmuran.

Kita harus memiliki sikap untuk secara kontinu memuji Tuhan atas segala berkat-Nya kepada bangsa dan negara kita.

*”Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia hai segala suku bangsa!.”*

*Mazmur 117:1*

 

Sebagai orang percaya bagaimana kita seharusnya menyikapi  dikotomi di atas?

Kita harus tekun berdoa agar Tuhan tetap memenuhi segala kebutuhan kita dan seluruh bangsa Indonesia baik dari segi perekonomian, kesejahteraan seluruh rakyat, keamanan, toleransi agama dan lain-lain.

Tuhan telah berjanji untuk menyediakan kebutuhan kita, bila kita mencari Dia.

*”Orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatu apapun yang baik”*

*Mazmur 34:11*

 

Allah juga akan melakukan mujizat dalam menyediakan kebutuhan  pangan bagi sebagian bangsa kita yang hidup di bawah garis kemiskinan di daerah-daerah terpencil.

Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here