Pajak Adalah Momok Bagi Orang yang Tidak Punya Rasa Nasionalisme

0
722

Oleh: P. Adriyanto

 

 

 

“Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah”

*Matius 22:21*

 

Banyak orang terutama para pengusaha yang menunjukkan tingkat kataatan pajak yang rendah. Dengan berbagai taktik mereka berusaha untuk memanipulasi data laporan keuangan agar dapat membayar pajak dengan serendah-rendahnya. Untuk menghindari besarnya Pph ps 21, mereka memanipulasi jumlah dan besarnya gaji para karyawannya.

Kebijakan pemerintah Joko Widodo untuk menerapkan tax amnesti, telah membawa dampak positif terhadap kontribusi pajak terhadap APBN. Dengan memperhatikan keuntungan bila meminta tax amnesty vs risiko berupa hukuman karena melakukan tax crime.

Kontribusi pendapatan pajak terhadap APBN tahun 2016 adalah sebesar 83.4% (1.283,6 Triliun)

 

Anda tentu ingat Matius pemungut cukai yang oleh masyarakat, pemungut cukai dinilai sebagai orang berdosa, tapi Yesus meminta Matius untuk mengikuti-Nya. Yesus makan di rumah Matius dan banyak pemungut cukai yang hadir. Orang Farisi yang melihat acara makan bersama bertanya kepada murid Yesus, mengapa Yesus makan bersama dengan para pemungut cukai dan orang-orang berdosa.

Yesus yang mendengarnya dan berkata:

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang besar, melainkan orang berdosa.”

*Matius 9:12~13*

 

Firman Tuhan di atas jangan disalah-artikan dan dijadikan excuse, bahwa pengemplang pajak justru disayang Tuhan. Yesus memang mencari orang-orang berdosa untuk diselamatkan. Termasuk orang-orang ini, adalah orang-orang yang suka hidup bergemilang dengan harta seperti mobil-mobil super mewah tapi tidak mau membayar pajak dan tunggu diuber-uber oleh petugas pajak.

Baca juga  Mari Bersaat Teduh Setiap Malam Bersama Revivo

 

Kepatuhan kepada Tuhan termasuk pembayaran pajak adalah merupakan kewajiban kita.

*”Berpeganglah kepada perintah-perintahNya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.”*

*Pengkhotbah 12:13*

 

Kita harus menaati dengan segenap hati dan  dalam segala hal bila kita memang mengasihi Tuhan. Dengan membayar pajak, hati kita akan tenang karena terbebas dari ancaman tax crime dan Tuhan akan memberikan berkat materi.

Amin.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here