Jangan Puas Diri dan Lupa Diri

0
2153

Oleh: Christian T

 

 

*Renungan BGA ( Baca Gali Alkitab )*

 

*Bacaan Alkitab : Ester 8:1-17*

 

*Syalom, sahabat-sahabat pembaca setia BGA yang terkasih dalam Kristus Yesus,*

 

Puji Tuhan, sungguh ajaib dan tak terselami karya-karya-NYA, kebaikan dan kemurahan-NYA  kepada umat pilihan-NYA yang dikasihi-NYA. Kita dapat memetik pelajaran yang luar biasa dari kisah Ester, Mordekhai dan bangsa Israel ini. Mereka berada dalam posisi yang tidak nyaman dan menyenangkan sebagai orang-orang tawanan dan buangan akibat pemberontakan mereka kepada TUHAN. Dan mereka dalam keadaan bahaya yang sangat besar, yaitu diambang kepunahan sebagai pribadi dan juga sebagai sebuah bangsa. Namun dalam kondisi yang amat gawat dan kritis, selain TUHAN menyelamatkan, TUHAN juga mencurahkan berkat-berkat-NYA yang luar biasa.

 

Sejak Ester memutuskan untuk menghadap raja tanpa diundang dengan resiko kematian, Mordekhai sudah siap disula di tiang sula setinggi lima puluh Hasta yang sudah dipersiapkan oleh Haman, dan kedua peristiwa ini TUHAN memperlihatkan kasih dan kuasa-NYA dengan. meloloskan mereka dari ancaman kematian itu. Dan tinggal satu perkara lagi yang masih belum terselaikan dan hal ini sangat sulit meningat dari sisi hukum Persia yang berlaku saat itu, yaitu raja Ahasyweros sudah menetapkan pemusnahan bangsa Israel baik yang ada di negeri Persia itu sendiri maupun di wilayah-wilayah kekuasaannya, yang terbentang dari India samapai Ethiopia (9). Hukum tersebut berlaku tidak hanya bagi orang lain, namun juga berlaku bagi raja itu sendiri.

 

Sahabat-sahabatku yang terkasih dalam Yesus,

Sekalipun Ester dan Mordekhai telah selamat dari bahaya maut, dan bahkan mendapatkan berkat yang luar biasa, yaitu kekayaan Haman diberikan kepada Ester, dan Mordekhai mendapatkan kepercayaan dan kekuasaan untuk mengelolanya (1-3), namun mereka tidak menjadi puas diri dan lupa diri. Mereka tetap ingat dan masih berfokus utama yaitu pada penyelamatan dan keberlangsungan Isarel sebagai bangsa.

Baca juga  PENGURAPAN MENUJU PENOBATAN: KASUS DAUD

 

*Mengapa penyelamatan, keberlangsungan dan eksistensi Israel sebagai sebuah bangsa  penting dan yang harus diutamakan ?*

 

*Apakah misi yang sedang dijalankan oleh Mordekhai dan Ester ini semata-mata hanya untuk kepentingan cinta kepada sebuah bangsa atau sebuah nasionalisme yang patriotik ?*

 

*Sahabat terkasih dalam Yesus,*

Inilah yang harus kita perhatikan bahwa sejak kejatuhan manusia pertama ke dalam dosa dengan melanggar perintah Allah, maka Allah merancangkan proyek penyelamatan manusia ( Kel 3:15 ), selanjutnya Tuhan menyelamatkan Nuh dan keluarganya, lalu babak selanjutnya TUHAN memanggil Abraham, dan melalui Isak, anak yang dijanjikan-NYA itu lahirlah Yakub dan melahirkan dua belas anak yang merupakan menjadi dua belas suku Israel dan diantar dua belas suku itu, TUHAN memakai satu suku secara khusus  yaitu suku Yehuda ( disebut orang Yahudi ) ( Ul 34:10 ) .  Jadi TUHAN tidak akan membiarkan umat Israel, dan khususnya dari suku Yehuda, karena dari suku inilah akan lahir Yesus, Sang Juruselamat ( Mikha 5:2 )

 

*Sobat yang terkasih,*

Pada perenungan BGA kali ini ada dua hal yang patut dan menjadi  perhatian dan pegangan hidup kekristenan kita :

 

1. Tatkala TUHAN telah menyelamatkan, memberkati, dan bahkan hidup berkelimpahan seperti yang dialami oleh Ester dan Mordekhai, pamannya, janganlah kita puas diri dan lupa diri, dan melupakan misi utama kita, yaitu memberitakan dan membawa jiwa bagi Kristus. Janganlah lupa bersyukur kepada TUHAN dengan selalu hidup cinta dan taat kepada TUHAN dan firman-NYA, dan hidup menjadi berkat. Masih banyak jiwa-jiwa yang harus dipertemukan dengan Injil dan masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan. Jangan lupa mendukung pelayanan.

 

2. Ingatlah selalu bahwa kita adalah anggota tubuh Kristus dan Kristus adalah Kepala Tubuh-NYA. Janganlah takut bahwa TUHAN tidak akan membiarkan dan bahkan membinasakan umat-NYA dan menggagalkan rancangan dan karya penyelamatan.

Baca juga  Kebiasaan Hidup yang Membawa Kebahagiaan: Memilih untuk Bersukacita

 

TUHAN akan dan pasti menggenapi mewujudkan Kerajaan-NYA yang kekal.

 

Janji-NYA kepada umat Israel secara jasmani akan juga digenapi. Mereka akan kembali ke Tanah Perjanjian untuk yang ketiga kalinya setelah kembali dari perbudakan di Mesir dan dari pembuangan di Babel. Inilah waktu terakhir itu. Mereka juga akan diselanatkan, yaitu sisa Israel, setelah jumlah bangsa-bangsa lain sudah genap penuh masuk. *( baca : Roma 11:25 )*

 

 

Kiranya Tuhan Yesus menolong dan memberkati kita semua

 

Salam kasih dan doa

Christian T

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here