Ut Omnes Unum Sint

0
957

 

 

Oleh:  P Adriyanto

 

 

*Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku dalam Engkau, agar “mereka juga di dalam kita,*

*supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”*

*Yohanes 17:21*

 

 

Pada tanggal 25 Mei 1995, Paus Yohanes Paulus II menerbitkan ensiklik (surat Paus) tentang *ut unum sint* (supaya semuanya menjadi satu) sesuai dengan doa Yesus Kristus seperti pada ayat di atas, agar terjadi persatuan antara Katolik Roma, Orthodox dan Protestan.

Setelah itu, motto di atas turut dipopukerkan  gereja United Church of Canada, YMCA, dan *World Student Christian Federation (WSCF)

GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) yang menjadi anggota WSCF, sejak lahirnya sampai saat ini juga mempergunakan motto di atas.

Sudah sejak 54 tahun yang lalu, motto tersebut terukir dalam hati saya. Pada tahun 1964 saya menjadi Ketua GMKI cabang Malang kemudian sebagai Koordinator Daerah Jawa Timur, saya dan seluruh anggota GMKI punya misi untuk merealisasi motto di atas yang berlandaskan gerakan *Oikumene*. Kami berjuang untuk menyatukan gereja-gereja Tuhan yang terpecah-pecah bukan saja antara Katolik dan Protestan, tapi juga penyatuan kembali gereja Protestan yang terpecah menjadi sejumlah denominasi dan kesukuan seperti HKBP, gereja Jawi, GPIB, GKI dan lain lain. Juga ada Bala Keselamatan dan Advent. Gereja Pantekosta dan gereja Bethel yang pada waktu itu masih merupakan gereja kecil, menjadi pelopor gereja-gereja Kharismatik dan merupakan gereja besar yang terus berkembang.

Pada waktu itu, para anggota GMKI setiap Minggu beribadah secara bergantian di gereja-gereja tsb dan berpartisipasi dalam bentuk paduan suara.

 

Di atas ini photo kenangan tahun 1966 dari para delegasi GMKI cabang Malang untuk mengikuti Konperensi Daerah GMKI Jawa Timur yang saya selenggarakan di cabang GMKI Jember.

Sudah ada beberapa di antara kami yang telah dipanggil Tuhan, dan kami yang sudah renta ini, tetap mempunyai obsesi bahwa umat Kristen menjadi satu tubuh menjadi tubuh Kristus. Namun pada kenyataannya, perpecahan menjadi semakin intensif. Ada aliran/doktrin baru seperti *hyper Grace* yang ditentang oleh gereja-gereja lain.

So called *para tokoh agama* sibuk berdebat tentang baptis air vs baptis selam, jemaat mereka banyak berdebat di WA tentang titik koma teologi yang memanipulasi firman, perbedaan liturgi dll; mereka juga banyak lupa menggembalakan jemaat, sehingga banyak domba yang tersesat karena semakin banyak pendeta yang merangkap menjadi businessman; mereka bangga melihat banyak jemaat dari gereja-gereja lain yang menyeberang ke gerejanya; mereka berlomba untuk mengembangkan jemaatnya sendiri.

Dulu pada saat saya masih kecil, saya melihat banyak pastor dan pendeta yang mengunjungi jemaatnya yang sakit atau sudah jarang terlihat beribadah di gereja padahal dulu mereka hanya bersepeda. Sekarang, mereka masa bodoh, pokoknya gereja tidak kosong seperti yang dialami oleh gereja-gereja di Eropa.

 

Suara umat Kristen melalui MAWI (KWI sekarang) dan PGI semakin tidak diperhitungkan. Gereja-gereja sibuk dengan urusan masing-masing dan melupakan misi pengembangan agama.

Tidak mengherankan bila ratusan kepala suku di Papua dan ratusan suku Dayak di Kalimantan yang murtad.

 

Pada saat ini kekristenan sedang mengalami krisis di banyak negara.

Ada banyak bermunculan doktrin-doktrin yang menyimpang dan mengubah serta membelokkan firman Tuhan. Perpecahan karena perbedaan doktrin tetap berlangsung.

Kita harus waspada terhadap para pemimpin rohani yang mencari ketenaran nama sendiri dan mendirikan gereja sendiri.

*”Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid* *supaya mengikut mereka.”*

*Kis 20:30*

 

Saat ini banyak yang tidak peduli untuk memenangkan jiwa-jiwa yang tersesat.

*”Pengawal-pengawal umat-Ku adalah orang-orang buta, mereka semua tidak tahu apa-apa, mereka semua adalah anjing-anjing bisu, tidak tahu menyalak; mereka berbaring melamun dan suka tidur saja; anjing-anjing pelahap, yang tidak tahu kenyang. Dan orang-orang itulah   gembala-gembala yang tidak dapat mengerti. Mereka semua mengambil jalannya sendiri, masing-masing mengejar laba tiada yang terkecuali.”*

*Yesaya 56:10~11*

 

Memang kejadian-kejadian di atas sudah dinubuatkan sejak dua ribu tahun yang lalu, namun kewajiban kita adalah tetap berdoa agar Tuhan turun tangan untuk mengatasi krisis di atas.

Amin.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here