Menjadi Umat Tuhan

0
766

Oleh: Pdt. Anna Vera Pangaribuan

 

Syalom  untuk kita semua, kiranya kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai kehidupan kita sekalian.

 

 

Wahyu 21:3-4, Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.

 

 

7 Oktober hari ini genaplah 156 tahun usia HKBP ,hal ini tentu dengan uluran tangan Tuhan yang selalu menyertai dan melindungi umatNya dalam setiap generasi ke generasi. Boleh dikatakan bahwa 156 tahun juga sebagian kita telah meninggalkan kebiasaan yang selama ini menjadi kepada kepercayaan akan Yesus Kristus, kini kita telah  memasukkan (menerima) ajaran Kristus yang dibawa oleh misionaris ke tanah Batak. Ajaran yang telah kita terima itu berbuah manis sampai saat ini, bahkan kita telah menjadi salah satu gereja terbesar di Asia. Ini semua tidak terlepas dari proses perubahan demi perubahan pada suku Batak yang mempunyai mental keras. Bahkan dalam peralihan kepercayaan suku kepada kepercayaan akan Yesus Kristus pun mempunyai hal yang unik, yaitu: ketika mereka ingin memberikan persembahan, persembahan yang disiapkan ada dua, yang satu kepada gereja, yang satu kepada sumangot. Alasannya adalah kalau satu tidak menerima yang lain menerimanya. Itulah perubahan yang kita alami dari kepercayaan suku kepada kepercayaan ajaran Kristus.

 

Di dalam kitab Wahyu dijelaskan bahwa nubuatan tentang kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Inilah yang kita yakini kehendak Allah menjadikan kita umatNya dan Dia adalah Allah kita. Kemah Allah juga menggambarkan bahwa firman Allah telah menjadi daging, yaitu manusia. Dia telah bersama-sama dengan kita. Bahkan kehadiran Yesus di dalam dunia kita pahami dan yakini telah menyelamatkan kita dari maut, melalui penebusan dikayu salib.  YESUS telah menghapus segala air mata dari mata kita, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama telah berlalu.

 

Saudaraku, bagaimana kita memahami ajaran yang telah kita terima dari para misionaris yang membawa Injil kepada kita. Apakah kita sudah hidup di dalam Injil itu? Apakah kita telah menghidupi Injil itu? Apakah ajaran itu hanya sebatas sejarah saja? Tentu kehendak Allah tidaklah demikian atas hidup kita. Dia menginginkan kita menjadi umatNya dan Dia menjadi Allah kita. Allah yang disembah dan dipuji, maka dengan begitu  kita akan dimampukan menjalani hidup di dunia ini. Umat Allah adalah umat yang hanya menerima tugas dan perintah hanya dari Allah saja. Kita adalah umat Allah yang  terpanggil melakukan perintah dari Allah yaitu memberitakan Injil (ber-Marturia). Amin.

 

HAPPY WEEKEND

 

Selamat beraktifitas untuk kita semua

Salam Marturia

Pdt. Anna Vera Pangaribuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here