Murka dan Kemurahan Allah

0
885

Oleh: Pdt. Andreas Loanka

BGA dari Habakuk 3:1-18

Tuhan itu Mahaadil tetapi juga Mahamurah. Ia murka terhadap dosa, tetapi mengasihi orang-orang berdosa. Ia mengutus Putra Tunggal-Nya untuk menyelamatkan mereka. Kendatipun demikian, umat pilihan-Nya harus senantiasa memperhatikan kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya sehingga tetap hidup dalam kemurahan-Nya dan bertobat dari segala perbuatan dosa (Rm. 11:22).

Allah itu adalah Allah yang keras. Ia murka kepada umat-Nya, bangsa Israel, karena mereka berbuat dosa dan tidak taat pada firman-Nya. Ia telah memperingatkan umat-Nya itu agar mereka bertobat. Jika mereka tidak mau bertobat, maka mereka akan mendapat murka Allah, bukan berkat, dan akan dibuang dari Tanah Perjanjian. Tetapi sayang, mereka menolak untuk bertobat dan tetap hidup dalam dosa serta memberontak terhadap Allah. Oleh karena itu, dalam ayat 3 nabi Habakuk menyatakan bahwa Allah akan datang kepada umat-Nya di dalam murka. Ia akan memakai Babel yang jahat untuk mengalahkan dan menawan umat Israel.

Suatu kabar baik, bahwa Allah bukan hanya Allah yang murka, tetapi juga Allah yang murah hati. Di dalam murka Ia ingat akan kasih sayang (Hab. 3:2). Ia akan menyelamatkan umat-Nya dengan meremukkan bagian atas rumah orang-orang fasik dan Ia membuka dasarnya sampai batu yang penghabisan (Hab. 3:13). Hal ini digenapi dalam sejarah melalui bangsa Media dan Persia, yang memusnakan Babel serta mengijinkan bangsa Israel kembali ke Yerusalem untuk membangun kembali kota itu dan Bait Allah yang sudah menjadi reruntuhan. Umat Israel boleh kembali beribadah kepada Allah.

Nabi Habakuk tetap bersukacita di dalam Tuhan, karena ia memahami bahwa Allah yang murka adalah Allah yang murah hati. Sekalipun harus menghadapi kesusahan (Hab. 3:17), namun ia tetap bersorak dan bersukacita di dalam Tuhan yang menyelamatkannya (Hab. 3:18). Tuhan Allah itu adalah kekuatannya, yang membuat kakinya dapat berjejak di atas bumi (Hab. 3:19).

Kabar sukacita itu mengambarkan Kabar Sukacita di dalam Kristus. Meskipun kita semua adalah orang berdosa (Rm. 3:23) dan harus menerima konsekwensi dosa, yaitu kebinasaan (Rm. 6:23), tetapi Allah mengasihi kita dan mengaruniakan Putra Tunggal-Nya, Yesus Kristus, untuk menyelamatkan kita (Yoh. 3:16). Oleh karena itu, sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan dalam Kristus, hendaklah kita tidak lagi hidup di dalam kehidupan lama yang mendatangkan murka Allah. Hendaklah kita hidup di dalam kemurahan Allah dengan mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada-Nya (Rm. 12:1).

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.
Salam dan doa dari:
Pdt. Andreas Loanka
GKI Gading Sepong

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here